Kontribusi Luar Jawa pada Penjualan Honda Mulai Membesar

Kontribusi Luar Jawa pada Penjualan Honda Mulai Membesar Foto: Reuters/Brendan McDermid

PT Honda Prospect Motor (HPM) mengklaim penjualan retail mobil Honda di luar Pulau Jawa terus mengalami pertumbuhan. Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy, menambahkan bahwa area luar Pulau Jawa terus memberikan kontribusi penting bagi peningkatan pasar Honda.

"Sekarang kontirubusinya (luar pulau Jawa) sudah di atas 35% yang tadinya 25%. Bahkan sekarang kontribusinya terhadap penjualan 35-37%. Jadi, luar Pulau Jawa sangat berkembang," kata Billy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Buka Dealer Kedua, Honda Tingkatkan Pangsa Pasar di Batam

Melihat potensi tersebut, Honda kata Billy pun makin serius untuk mengembangkan penjualannya ke luar Pulau Jawa. Salah satunya dengan kembali membuka dealer Honda di Pulau Batam, yakni Honda Taman Kota pada 11 November 2020 lalu.

Menurut Billy, pembukaan diler ini didasari oleh pangsa pasar Honda di Batam yang terus meningkat dari tahun ke tahun. "Kami melihat dari penetrasi pasar. Kalau pasarnya bagus tentunya kita akan melakukan penetrasi lebih. Dan Batam ini sudah kami proyeksikan. Jadi, kita resmikan dealer ke-156 Honda di sana," tambahnya.

Billy mengakui meskipun di awal tahun Honda mengalami penurunan akibat pandemi, penjualan Honda berangsur meningkat pada semester kedua di bulan Juni. Sejak itu, grafik pangsa pasar Honda di kota Batam terus meningkat secara signifikan hingga mendapatkan pencapaian tertingginya di tahun 2020 yang tercatat sebesar 19,8% pada bulan September lalu.

Sekadar informasi, Honda Taman Kota merupakan dealer resmi Honda yang kedua di Kota Batam. Beralamat di Jl. Gajah Mada, Baloi Indah, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, dealer ini memiliki bangunan 3 lantai seluas 7.452 m2, memiliki layanan untuk konsumen Honda yang meliputi penjualan, servis, suku cadang, hingga Body & Paint.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini