Kecewa di Masa Lalu Gak Bisa Diobati, Mahathir Lagi-lagi Jegal Usaha Anwar Berkuasa

Kecewa di Masa Lalu Gak Bisa Diobati, Mahathir Lagi-lagi Jegal Usaha Anwar Berkuasa Kredit Foto: Antara/REUTERS/Lim Huey Teng

Juru bicara PKR, Shamsul iskandar Mohd Akin meminta Mahathir berhenti menggagal kan upaya PH untuk mengembalikan mandat rakyat.

“Pernyataan Tun Dr Mahathir Mohamad menggambarkan bahwa beliau ingin tetap berada di arus politik utama,” katanya.

“Kita semua paham, kegagalan Tun Dr Mahathir sebagai Perdana menteri dalam mempertahankan agenda reformasi dan mandat yang diberikan rakyat sepanjang 22 bulan PH memerintah negara,” bebernya, seraya menuding tindakan Mahathir yang meletakkan jabatan tanpa bermusyawarah dengan pimpinan PH adalah penyebab kejatuhan pemerintahan.

Shamsul kembali menegaskan, Anwar dan pimpinan PH sedang berjuang untuk mendapatkan kembali mandat rakyat yang dirampas. Karena itu, lanjut dia, Mahathir perlu menghentikan tindakantindakannya untuk memecah belah PH, serta menggagalkan usaha tersebut.

“Tun Dr Mahathir seharus nya insaf dan menyadari bahwa segala ketidakstabilan politik yang terjadi saat ini gara-gara tindakannya sendiri. Beliau seharusnya menunjukkan sikap sebagai seorang negarawan dan membantu usaha Dato’ Seri Anwar dan PH untuk mengem balikan mandat rakyat, dan bukan menggagalkannya,” tegas Shamsul.

Asal Bukan Anwar

Menurut pengamat James Chin dari University of Tasmania, Australia, selama Mahathir masih ada, dia akan melakukan berbagai cara untuk menghalangi upaya Anwar menduduki posisi teratas.

Menurutnya, itu sudah bisa dilihat saat keduanya duduk di satu pemerintahan pada 1990an. Saat itu, Anwar adalah wakil mahathir. “Pada dasarnya, Mahathir memiliki agenda pribadi untuk memastikan bahwa Anwar tidak menjadi perdana menteri. Tidak lebih dari itu,” ujar James, dikutip Free Malaysia Today.

“Bahkan, jika mahathir bukan perdana menterinya, orang lain yang harus jadi perdana menteri. Asal bukan Anwar,” lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini