Masih Ngambek Kalah Pilpres, Cetus Trump: Dunia Tonton Runtuhnya Konstitusi AS

Masih Ngambek Kalah Pilpres, Cetus Trump: Dunia Tonton Runtuhnya Konstitusi AS Kredit Foto: Antara/REUTERS/Carlos Barria

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyebut dunia sedang menyaksikan Konstitusi AS hancur dan berantakan. Dia menyebut hal ini disebabkan oleh masifnya kecurangan yang terjadi di pemilihan umum (pemilu) AS, yang mendapat "dukungan" dari media arus utama di negara tersebut.

Melalui akun Twitternya, Trump awalnya menyerang media arus utama AS, dengan menyebut mereka sebagai "fake news", karena terus menerus memberitakan bahwa Joe Biden telah memenangkan pemilu AS. 

Baca Juga: Alamak, Pendukung dan Massa Penolak Trump Baku Hantam di Washington

"Mengapa mereka berasumsi bahwa Joe Biden akan naik ke kursi Kepresidenan, bahkan tidak membiarkan pihak kami menunjukkan, yang baru saja kami siapkan, betapa hancur dan parahnya pelanggaran Konstitusi di Pemilu 2020," ucapnya, seperti dikutip pada Senin (16/11/2020).

Dia menyebut, serangan terhadap Konstitusi AS saat ini adalah yang paling parah, mulai dari sejumlah besar pengamat yang diusir dari ruang penghitungan suara di banyak negara bagian AS.

"Hingga jutaan surat suara yang telah diubah oleh Demokrat, hanya untuk Demokrat, untuk memberikan suara setelah pemilu selesai, hingga menggunakan Sistem Voting Dominion yang dimiliki radikal kiri, yang ditolak oleh Texas dan banyak lainnya karena tidak baik atau aman," ungkapnya.

"Mereka yang bertanggung jawab untuk menjaga Konstitusi kita tidak dapat membiarkan hasil palsu dari pemungutan suara melalui pos tetap berlaku. Dunia sedang menonton!" tukasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini