Pemerintahan Baru Berumur 5 Hari, Presiden Peru Pilih Mundur

Pemerintahan Baru Berumur 5 Hari, Presiden Peru Pilih Mundur Kredit Foto: AP Photo

Presiden Peru, Manuel Merino mundur dari jabatannya, Minggu (15/11/2020), di tengah kemarahan nasional atas pembunuhan dua pengunjuk rasa dalam tindakan keras polisi yang brutal terhadap aksi demonstrasi besar pro-demokrasi pada Sabtu lalu.

Manuel Merino mundur saat usia pemerintahannya baru berumur lima hari, dilansir Guardian, Senin (16/11/2020). Ia menggantikan presiden terpilih, Martin Vizcarra, yang dilengserkan atas tuduhan penyuapan.

Baca Juga: Lima Berdarah, Pedemo Tewas di Unjuk Rasa Tolak Pemakzulan Presiden Peru

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi setempat, Merino mengumumkan pengunduran dirinya dan bersikeras bahwa dia bertindak sesuai hukum ketika dilantik sebagai kepala negara pada Selasa pekan lalu, menyusul pencopotan Vizcarra, oleh kongres dalam pemungutan suara impeachment.

"Saya ingin memberitahu seluruh negeri bahwa saya mengundurkan diri," kata Merino dalam pidato yang disiarkan televisi setempat.

Kabar pengunduran diri Merino itu disambut gembira rakyat Peru. Mereka menyambutnya dengan suara klakson mobil, pukulan pot dan sorak-sorai di lingkungan di seluruh ibu kota Peru.

Manuel Merino didesak Kongres Peru untuk mundur dari jabatannya sebelum Minggu pukul 18.00 waktu setempat atau dia akan menghadapi kecaman nasional. Ribuan orang turun ke jalan memprotes Merino atas penggulingan presiden sebelumnya, Martin Vizcarra.

Kongres Peru akan memilih presiden baru dalam waktu dekat, setelah mundurnya Merino. Menariknya, penunjukan presiden ini menjadi yang ketiga kalinya dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya, aksi demonstrasi terus meningkat selama sepekan terakhir di Peru, yang puncaknya menuntut pengunduran diri Merino dari kursi Presiden Peru. Puluhan ribu orang memenuhi jalan-jalan di Lima, ibu kota Peru dan puluhan kota lainnya. 

Dalam aksi unjuk rasa itu memakan korban akibat tindakan brutal aparat kepolisian setempat. Dua orang pengunjuk rasa tewas karena luka tembak pada Sabtu, sehingga memicu keributan publik atas pengunduran diri Merino.

Para korban -diidentifikasi sebagai Jack Brian Pintado Sánchez, 22, dan Jordan Inti Sotelo Camargo, 24- adalah kematian pertama dalam aksi unjuk rasa yang berjalan hampir sepekan setelah protes atas pencopotan kontroversial Martín Vizcarra sebagai presiden dan penggantinya oleh pemerintah de facto, yang dianggap oleh banyak orang Peru sebagai kudeta.

Koordinator hak asasi manusia Peru melaporkan bahwa lebih dari 40 orang hilang setelah aksi unjuk rasa pada Sabtu, di tengah berbagai laporan penindasan polisi yang dilakukan secara kejam terhadap demonstran yang sebagian besar menggelar unjuk rasa damai. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa lebih dari 90 orang dirawat karena cedera. 

"Ada penggunaan kekuatan yang tidak masuk akal dan menyalahgunakan di Lima. Saya menuntut presiden republik menunjukkan wajahnya dan memberikan penjelasan kepada negaranya, " kata Ombudsman hak asasi manusia Peru, Walter Gutiérrez. 

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini