Gawat, Pakistan Dipaksa Akui Israel Merdeka oleh Negara Sahabat, Siapa?

Gawat, Pakistan Dipaksa Akui Israel Merdeka oleh Negara Sahabat, Siapa? Foto: (Foto: Reuters)

Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan mengungkapkan bahwa negaranya ditekan oleh negara-negara sahabat untuk mengakui negara Israel. Namun, dia tidak merinci negara-negara sahabat yang membuat tekanan tersebut.

"Kami telah di bawah tekanan dari negara-negara sahabat untuk mengakui Israel, namun, kami tidak akan melakukannya tanpa penyelesaian yang adil untuk Palestina," katanya pada akhir pekan lalu.

Baca Juga: Pakar Bilang Posisi Biden dalam Perdamaian Palestina-Israel Krusial karena...

Dia menunjukkan bahwa tekanan itu berkaitan dengan negara-negara yang sudah mengakui negara Israel. Dia belum merespons hal tersebut. "Karena hubungan persaudaraan yang tidak ingin kami rusak," ujarnya, seperti dikutip Middle East Monitor, Minggu (15/11/2020). 

PM Khan dianggap sebagai salah satu pendukung paling menonjol dari perjuangan Palestina dan telah menyatakan dalam wawancara sebelumnya bahwa Pakistan tidak akan pernah mengakui Israel.

Dia mengaku tetap mempertimbangkan tujuan Palestina.

"Sebagaimana kehendak pemimpin besar Muhammad Ali Jinnah yang jiwanya terbang bersama jiwa ulama Muhammad Iqbal, semoga Allah mengasihani mereka," katanya merujuk pada para pemimpin Pakistan terdahulu yang pro dengan perjuangan Palestina.

Sekadar diketahui, sudah ada beberapa negara Arab yang mengakui atau menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Mereka di antaranya, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain dan yang terbaru Sudan.

Arab Saudi sejauh menolak melakukan normalisasi hubungan dengan Israel selama negara Palestina yang merdeka belum berdiri. Namun, para pejabat Israel kerap secara terbuka mengakui bahwa kedua negara melakukan kerja sama secara rahasia.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini