Haram Berdamai dengan Kezaliman, Habib Rizieq: Siap Jihad?

Haram Berdamai dengan Kezaliman, Habib Rizieq: Siap Jihad? Kredit Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjelaskan tahapan perubahan revolusi akhlak menjadi jihad fi sabilillah. Ia mengatakan, perubahan pola perjuangan bisa terjadi apabila kezaliman tidak berhenti, padahal ajakan perdamaian sudah digaungkan.

Habib Rizieq menjelaskan, revolusi akhlak merupakan cerminan dari tindakan Nabi Muhammad SAW. Revolusi jenis ini menawarkan dialog, perdamaian, dan rekonsiliasi kepada musuh. Perang adalah pilihan terakhir apabila tidak menemui titik temu.

Baca Juga: Reaksi Neno Warisman Tahu Nikita Mirzani Berani Hina Habib Rizieq

"Kalau mereka mau bicara revolusi berdasarkan ajaran nabi, ajaran Islam, Alquran, dan sunnah, enggak boleh menutup pintu dialog, menutup pintu perdamainan, menutup pintu rekonsiliasi," ujar Habib Rizieq saat berceramah di acara Maulid Nabi Muhammad SAW sebagaimana dikutip dari Front TV, Minggu (15/11/2020).

Habib Rizieq bercerita, saat itu, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat ingin berperang. Namun, Rasulullah menawarkan dialog terlebih dahulu kepada musuhnya untuk memeluk agama Islam. Jika musuh menyetujui, pertumpahan darah tidak perlu terjadi. Inilah cerminan akhlak Rasulullah.

"Jangankan revolusi, perang aja nabi enggak pernah melupakan akhlak, lihat perang nabi, nabi mengajarkan para sahabat manakala dua pasukan sudah bertemu di medan tempur, antara pasukan Islam dan kafir, maka panglima pasukan Islam wajib menawarkan Islam terlebih dahulu kepada para musuh. Kalau mereka terima, cukup enggak boleh lanjut perang, jadi nabi dalam tiap medan tempur menawarkan dulu kenapa kita musti perang, kenapa kita tidak sama-sama beriman kepada Allah, kenapa kita tidak menjaga perdamaian, ini ajaran nabi saudara," tambahnya.

Namun demikian, jika ajakan perdamaian dan rekonsiliasi tidak diindahkan musuh dan mereka menghendaki pertempuran, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat tidak akan pernah mundur sejengkal pun. "Kalau nabi sudah dialog, menawarkan perdamaian, tapi musuh enggak mau damai, tetap berkeras perang. Nabi dan sahabat sejengkal pun tidak akan pernah mundur," tegas Habib Rizieq.

Revolusi akhlak, lanjut Habib Rizieq, mendasarkan tindakannya seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Revolusi yang diusungnya ini menawarkan perdamaian, dialog, penyelesaian persoalan bangsa tanpa pertumpahan darah. Namun demikian, bila ajakan perdamaian ditolak dan terus-menerus menindas rakyat serta mengkriminalisasi ulama, revolusi akhlak bisa berubah menjadi jihad fi sabilillah.

"Begitu juga revolusi ahlak kita, tawarkan perdamaian, tawarkan dialog, tawarkan selesaikan persoalan bangsa tanpa pertumpahan darah, setuju, tapi kalau mereka tak mau, terus-menerus berbuat zalim, terus menerus menindas rakyat, terus-menerus merusak bangsa negara, terus-menerus mengkriminalisasi ulama, terus-menerus ingin pertumpahan darah, maka apa boleh buat dari revolusi akhlak bisa berubah menjadi jihad fi sabilillah. Takbir," tegasnya.

"Siap jihad? Siap jihad? Takbir. Kalau kami tawarkan dialog, berarti kami gak mau perang. Kalau tawarkan rekonsiliasi, berarti kami tak ingin pertumpahan daerah, tapi ingat tidak ada kata damai dengan kezaliman. Haram kita berdamai dengan kezaliman," tutup Habib Rizieq.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini