Begini Kata Akademisi Soal Perkembangan Pertanian Indonesia!

Begini Kata Akademisi Soal Perkembangan Pertanian Indonesia! Kredit Foto: BPPSDMP

Dalam sudut pandang akademisi, performa Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah nakhoda Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah membawa perubahan besar untuk sektor pertanian Indonesia.

Lebih dari itu, SYL dinilai sukses memenuhi kesejahteraan petani, meski baru setahun menduduki jabatan Menteri.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Sahara mengatakan, sektor pertanian di bawah komando SYL mampu merealisasikan semangat gotong royong, serta menjadikannya sebagai penopang utama bagi tumbuh kembangnya ekonomi nasional.

Baca Juga: Demi Stabilitas Pangan, Kementan Dukung Pertanian di Wilayah Ini

Baca Juga: Anak Buah Anies Baswedan Denda Habib Rizieq Rp50 Juta, Ternyata Gegara Ini!

"Ke depan sebaiknya pemerintah fokus pada program jangka panjang untuk pembangunan pertanian dan industri hilirnya. Langkah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pada sektor pertanian yang akan datang," kata Sahara, Sabtu (14/11/2020).

Bagi Sahara, kerja keras Kementan dalam memenuhi kecukupan pangannya patut mendapat apresiasi dari semua pihak. 

Melalui program percepatan tanam, Kementan terbukti mampu meningkatkan angka produksi yang berdampak pada kesejahteraan petani.

"Kinerja yang sangat bagus karena hasilnya sangat kelihatan. Pertanian Indonesia terus berkembang pesat," katanya.

Sebagai informasi, Kementan berhasil meningkatkan ekspor pertanian menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor pertanian hingga kuartal III tahun 2020 mencapai Rp, 304,5 triliun atau naik 10 persen disbanding periode yang sama di tahun 2019.

Di samping itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2020 juga tumbuh sebesar 102,25 atau naik 0,58 persen jika dibandingkan NTP pada September 2020 yang hanya sebesar 101,66. 

Kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sebesar 102,42 atau naik sebesar 0,66 persen. Kenaikan terjadi karena indek harga yang dibayar petani juga naik sebesar 0,24 persen.

"Menurut saya, dukungan pemerintah serta para pelaku di sektor pertanian menjadi sangat penting untuk memperkokoh Kementan sebagai ujung tombak dalam memajukan pertanian Indonesia," katanya.

Sementara, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Sujarwo mendorong Kementan menjadi motor penggerak bagi pembangunan pertanian Indonesia. 

Menurut Sujarwo, pertumbuhan sektor pertanian menjadi momentum agar produk Indonesia dapat menguasai pasa global.

"Inilah yang saya lihat dari Pak Mentan Syahrul yang memikirkan pembangunan pertanian dalam jangka panjang. Saya kira kita semua harus mendukung upaya yang diusahakan Mentan Syahrul menjadikan pertanian lebih maju,” tutupnya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini