Berandai-Andai Tuntaskan Konflik Papua, Jusuf Kalla: Saya Siap!

Berandai-Andai Tuntaskan Konflik Papua, Jusuf Kalla: Saya Siap! Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), mengatakan konflik yang berlangsung sekian lama di Papua bisa diselesaikan melalui jalan dialog. Ia menilai jalan dialog sangat memungkinkan ditempuh di Papua lantaran toleransi beragama di Papua berjalan sangat baik selama ini.

Hal itu disampaikan JK usai melantik pengurus DPW DMI Papua, di Hotel Horison Jayapura Papua, Sabtu (14/11/2020). Baca Juga: Gubernur Papua dan Papua Barat Jangan Jalan Sendiri Evaluasi Otsus

“Dialog adalah jalan terbaik untuk selesaikan konflik di Papua dan itu sangat memungkinkan untuk ditempuh, apalagi toleransi beragama di Papua ini bisa saya katakan sebagai yang terbaik di Indonesia,” kata JK dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (14/11/2020).

Ia pun mengaku siap jika diminta untuk membantu dalam menyelesaikan konflik di Papua. Namun, JK menyerahkan semuanya kepada pemerintah. Ia menyatakan siapa pun harus selalu siap apabila diminta menjaga perdamaian dan persatuan. Baca Juga: Presiden Prancis Hina Islam, Tokoh Papua Lantang Bersuara: Semua Pemimpin...

“Yah semua tergantung pemerintah, tapi siapa pun termasuk saya harus selalu siap apabila diminta untuk menjaga persatuan dan perdamaiann," kata JK.

Sebelumnya, JK mengatakan kemajuan Papua hanya bisa diraih melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi, sumber daya alam Papua yang sangat melimpah perlu dikelola dengan baik. JK pun menyarankan putra-putri Papua memperoleh kesempatan belajar lebih luas, bahkan hingga ke daerah.

"Saya harap putra putri Papua belajar lebih giat untuk mengasah diri kalau perlu ke daerah lain di Indonesia biar tau bagaimana cara mengelola sumber daya alam Papua. Karena kunci kemajuan hanya ada pada peningkatan sumber daya manusianya," ujar JK dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (14/10/2020).

Selain itu, JK menyampaikan harapannya kepada para pendatang yang ada di Papua. Meski pendatang,  pendatang harus merasa diri sebagai orang asli Papua karena sudah tinggal dan hidup di Papua.

"Anda semua sudah berada di Papua artinya anda harus merasa sebagai orang Papua walaupun asalnya dari mana-mana, begitu juga keturunannya tapi anda harus merasa sebagai orang Papua dan harus bisa hidup secara bersama sama" kata JK.

Selain itu JK juga memuji kehidupan toleransi beragama di Papua yang menurutnya sangat tinggi dan salah satu kehidupan toleransi yang terbaik di Indonesia.

"Tadi saya habis ketemu dengan tokoh-tokoh agama di Papua ini untuk membicarakan perdamaian, alhamdulillah kehidupan toleran beragama di Papua sangat tinggi, bahkan bisa dikatakan terbaik di Indonesia," kata JK.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini