Salut, Aplikasi Mamikos Sukses Digitalkan Industri Kos-Kosan di Tahun Kelima

Salut, Aplikasi Mamikos Sukses Digitalkan Industri Kos-Kosan di Tahun Kelima Kredit Foto: Mamikos

Sejak lima tahun silam, tujuan dibentuknya Mamikos sederhana: menghubungkan para pencari kos dan pengusaha kos-kosan dalam platform digital. Bisa dibilang prestasi mereka bisa di acungi jempol.

Di tahun kelima, upaya Mamikos mendigitalkan industri kos-kosan bisa dibilang berhasil. Co-founder dan CEO Mamikos Maria Regina Anggit mengatakan, saat ini pihaknya memiliki lebih dari 120 ribu Mitra Mamikos di 140 kota dan terhubung dengan 6-8 juta pencari kos setiap bulannya.

Punya 120 Ribu Mitra di 140 Kota, Aplikasi Mamikos Sukses Digitalkan Industri Kos-Kosan di Tahun Kelima

Selama lima tahun itu, aplikasi mereka juga berkembang pesat. Ada banyak fitur-fitur baru yang ditambahkan untuk memudahkan para pencari kos.

Misalnya Filter Fasilitas Kos, Booking Langsung, Mami-Checker, Foto 360°, dan beragam metode pembayaran.

Adapun Mitra Mamikos (pemilik kos-kosan) jgua bisa memanfaatkan fitur Manajemen Kos, Mamikos Goldplus, Paket Premium, Singgahsini, dan Mamipoin.

Manajemen Kos merupakan fitur unggulan bagi Mitra Mamikos, memudahkan pemilik kos memantau kondisi keuangan usaha kosnya.

Kemudahan lainnya, mudah mengelola booking agar tidak terjadi penumpukan pemesanan kamar kos, mudah memantau status pembayaran penyewa, sistem tagihan otomatis kepada penyewa menjelang jatuh tempo, dapat memeriksa data calon penyewa, serta syarat dan ketentuan kerjasama yang jelas sejak awal.

”Kami memandang perjalanan lima tahun ini sebagai sebuah rangkaian milestone atau tahapan untuk terus berkembang,” ujar Anggit, sapaan akrabnya. ”Tidak berhenti di listing, kami juga berupaya membantu Mitra Mamikos dalam mengelola kosnya dan membangun bisnis kos lancar,” ia menambahkan.

Pemilik The Kost Muhammad Rosyad Nahji di Surabaya, mengaku 98% penghuni kosnya berasal dari platform Mamikos.

”Fiturnya lengkap, sehingga memudahkan saya mengelola kos. Berkat usaha kos, saya juga memberanikan diri untuk membuka usaha laundry,” ujarnya.

Suharto, 55, pemilik kos Altaf Purwosari Rejosari di Semarang, memutuskan bergabung sebagai Mitra mamikos setelah bekerja sebagai karyawan kontrak di berbagai perusahaan yang tidak menentu.

”Bisa dibilang 90 persen penghuni kos saya dari Mamikos. Saya juga memanfaatkan fitur Manajemen Kos untuk mengatur cash flow uang kos. Juga, tidak perlu repot menagih uang kos ke penyewa karena sudah ada pengingat tagihan otomatis,” ujarnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini