Tahun Depan, Permintaan KPR Diprediksi Kembali Membludak

Tahun Depan, Permintaan KPR Diprediksi Kembali Membludak Kredit Foto: Antara/Irwansyah Putra

Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank Tabungan Negara (BTN) Hirwandi Gafar mengungkapkan, BTN memproyeksikan penyaluran KPR bakal lebih tinggi.

Optimisme ini didorong sejumlah faktor di antaranya anggaran FLPP meningkat menjadi Rp16,63 triliun untuk 157.500 rumah pada 2021. Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Menurut Hirwandi, adanya kebiasaan gaya hidup baru di mana lebih banyak orang bekerja dan berinteraksi dari rumah juga ikut menjadi faktor pendorong. Di samping itu, perkiraan vaksin mulai bisa digunakan di Indonesia pada awal tahun depan sehingga ekonomi dan bisnis akan bergerak ke arah yang lebih positif.

Baca Juga: Vaksin Corona Siap , Industri Properti Bakal Lari Kencang

“Kami berkeyakinan serapan tinggi di 2021 karena rumah merupakan kebutuhan paling pokok saat ini, di mana orang lebih banyak berada di rumah,” ujar dia saat webinar Outlook Property & Bank 2021: “Siasat Industri Menangkis Gempuran Corona” yang diselenggarakan Urban Forum, selama dua hari, Kamis-Jumat (12-13/11/2020).

Sementara itu Tuti Mugiastuti, Direktur Utama TMA Group menuturkan, memang dalam tiga bulan pertama pandemi, penjualan properti mengalami penurunan mencapai 60 persen, tetapi di bulan Agustus- oktober permintaan KPR meningkat kembali pada kalangan menengah ke bawah.

“Prospeknya apapun kondisinya rumah subsidi akan tetap diminati karena adanya bantuan dari pemertintah. Perumahan subsidi adalah jawaban yang tepat untuk masyarakat indonesia karena memang pendapatan rata rata 4 juta perbulan,” ungkapnya.

Tuti mengatakan TMA Group terus on the track dengan yang di targetkan yaitu penyerahan kunci pada awal tahun, dengan membangun tiga perumahan di Bandung, Tambun dan Cikarang dengan lebih dari 500 hunian baru.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini