Alhamdulillah, ASEAN Diguyur Dana Bantuan Senilai Rp141 Miliar

Alhamdulillah, ASEAN Diguyur Dana Bantuan Senilai Rp141 Miliar Foto: Twitter/@Menlu_RI

Penanganan masalah penularan virus Corona di negara-negara Asia Tenggara masih belum usai. Pada pertemuan tingkat tinggi dengan negara mitranya, ASEAN mendapat kucuran bantuan senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 141 miliar.

Dalam keterangan resminya via video virtual, Kamis malam (12/11), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menjabarkan, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN, Kamis (12/11), sudah diresmikan Dana Tanggap Darurat Covid-19 (Covid-19 ASEAN Emergency Respons Fund).

Baca Juga: Jokowi Minta Kemitraan ASEAN-Korsel Jamin Ketersediaan Obat dan Vaksin Corona

“Dalam KTT kali ini semua upaya telah membuahkan hasil, yaitu sudah tersedianya Covid-19 ASEAN Emergency Respons Fund, yang sudah ada komitmen 10 juta dolar AS. Antara lain dari Jepang, Korea Selatan, China, Singapura, Australia, Inggris, Swiss, dan lainnya,” jelas Retno dalam konferensi pers Kamis (12/11/2020) malam.

KTT ke-37 ASEAN ini digelar selama empat hari mulai Kamis (12/11/2020) sampai Minggu (15/11/2020). KTT tersebut difokuskan pada penanganan pandemi Covid-19 di kawasan lebih terstruktur, serta negara-negara ASEAN bisa bekerja sama lebih erat untuk mengatasi dampak pasca pandemi.

"Sejak awal ASEAN berusaha merespons pandemi, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi," papar Retno.

"Selain dana tanggap darurat, ASEAN juga menyepakati Comprehensive Recovery Framework (Kerangka Pemulihan Komprehensif) berisi strategi untuk mengatasi pandemi, lewat kerja sama antara negara ASEAN dan mitra wicara," sambungnya.

Ada lima strategi dalam kerangka pemulihan tersebut, yaitu meningkatkan sistem kesehatan, memperkuat keamanan manusia, memaksimalkan potensi pasar antar ASEAN dan integrasi ekonomi lebih luas, mempercepat transformasi digital inklusif, serta kemajuan menuju masa depan yang berkelanjutan dan tangguh.

KTT ASEAN kali ini juga mengumumkan pembentukan ASEAN Regional Reserves of Medical Supplies for Public Health Emergency. Mekanisme itu bertujuan memusatkan sumbangan cadangan pasokan kesehatan dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kebutuhan darurat kesehatan.

“Selain itu, disepakati juga ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework, sebagai inisiatif Indonesia, terutama mengatur perjalanan bisnis esensial dengan protokol ketat, untuk mendukung pemulihan ekonomi,” paparnya.

Retno mengatakan, insiatif Indonesia lainnya yang juga disetujui dalam KTT ASEAN adalah ASEAN Identity (Identitas ASEAN).

Pada hari pertama KTT ke-37 ASEAN, dia menambahkan, Presiden RI Joko Widodo mengikuti tujuh kegiatan, di antaranya lima KTT utama yaitu KTT Pleno ke-37 ASEAN, KTT ke-23 ASEAN dan Tiongkok, KTT ke-21 ASEAN dan Korea Selatan, KTT ke-23 ASEAN dan Jepang, serta KTT ke-17 ASEAN dan India.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini