Perluas Ekspansi, CSAP Ikut Berburu Cuan di Ibu Kota Baru

Perluas Ekspansi, CSAP Ikut Berburu Cuan di Ibu Kota Baru Kredit Foto: Taufan Sukma

Pemerintah memang telah secara resmi menunda keberlanjutan program pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Penundaan tersebut terpaksa dilakukan lantaran pemerintah masih fokus dalam penanganan pandemi COVID19 yang belum juga menunjukkan tren yang membaik. Meski demikian, bakal menjelmanya Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru pada prinsipnya tinggal menunggu waktu saja. Maka tak heran bila kemudian berbagai pelaku usaha mencoba menyesuaikan diri dengan turut mengembangkan bisnisnya ke Bumi Etam. “Dengan melihat peluang yang ada, kami memutuskan untuk ekspansi ke Kalimantan Timur. Ini menjadi ekspansi pertama kami di Pulau Kalimantan, sekaligus juga memperkuat pangsa pasar Mitra10 di Indonesia bagian timur, setelah tahun lalu kami membuka gerai juga di Makassar,” ujar Corporate Secretary PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), Idrus Widjajakusuma, dalam keterangan resminya, Rabu (11/11).

Sebagaimana diketahui, CSAP merupakan pengelola jaringan ritel bahan bangunan dengan merek dagang Mitra10. Di Kalimantan Timur, gerai Mitra10 bakal dibangun di Kota Balikpapan, dan akan menjadi gerai superstore Mitra10 ke 37 yang dimiliki oleh perusahaan. Gerai Mitra10 di Balikpapan juga merupakan gerai baru ketiga dari total empat gerai baru yang ditargetkan bakal resmi berdiri pada tahun 2020 ini, setelah sebelumnya gerai baru juga dibangun di Lombok dan Bekasi. “Target kami (gerai Balikpapan) sudah akan berkontribusi positif pada tahun 2021 mendatang, karena untuk tahun ini rasanya masih belum (bisa berkontribusi), karena baru aktif beroperasi pada triwulan III,” tutur Idrus.

Hingga saat ini, jaringan MItra10 sudah tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Lampung, Palembang, Batam, Medan, Makassar dan Balikpapan. Pada triwulan III/2020, CSAP berhasil membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp9,1 triliun, atau tumbuh sebesar 3,95 persen dibanding realisasi kinerja pada periode yang sama tahun lalu. “Kenaikan penjualan bersumber dari dua segmen utama kami, yaitu segmen distribusi dan ritel modern. Dengan begitu laba kotor kami juga berhasil tumbuh 11,64 persen menjadi Rp1,44 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik induk juga tumbuh signifikan, yaitu sebesar 46 persen, menjadi Rp61 miliar,” tegas Idrus.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini