Bertahun-tahun Dingin, Biden Panaskan Hubungan dengan Sekutu AS di Asia

Bertahun-tahun Dingin, Biden Panaskan Hubungan dengan Sekutu AS di Asia Kredit Foto: Antara/REUTERS/Jonathan Ernst

Bertahun-tahun Bertahun-tahun hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Asia sempat kacau dan dingin di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Kini, Presiden terpilih AS, Joe Biden, ingin semua kembali hangat.

Dia bahkan sudah menghubungi para pemimpin Jepang, Korea Selatan, dan Australia lewat telepon. Bahkan, Biden juga menegaskan kembali rencananya mengatasi perubahan iklim hingga keamanan regional.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Akhirnya Buka Suara Atas Kemenangan Biden, Apa Katanya?

Tiga pemimpin sekutu utama AS di kawasan Asia, yakni Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison bergabung dengan para pemimpin global lainnya memberi selamat atas proyeksi kemenangan Biden pada Pemilu AS. Tim kantor Biden menyatakan, mereka bertekad memperkuat hubungan bilateral dan mengatasi masalah global, seperti pandemi Corona dan perubahan iklim.

Suga mengatakan, dia berbicara dengan Biden melalui telepon dan mengonfirmasi penting- nya hubungan bilateral.

“Presiden yang diproyeksi memenangi Pemilu AS, Biden mengatakan, dia berharap dapat memperkuat aliansi AS-Jepang dan bekerja sama untuk mencapai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” katanya kepada wartawan, dalam komentar terpisah yang dibuat di Kantor Perdana Menteri.

Berbicara kepada Presiden Korea Selatan, Biden menegaskan kembali komitmen AS untuk membela Korsel. Dia juga menyoroti sekutu di Asia itu sebagai kunci keamanan dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

“Presiden Moon meminta kerja sama yang erat untuk pengembangan aliansi bilateral berwa- wasan ke depan, dan denuklirisasi serta perdamaian di semenanjung Korea,” kata Juru Bicara Presiden Moon, Kang Min-seok. ‘

’Biden mengatakan, dia akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara,’’ tambahnya.

Pejabat Korea Selatan juga berharap, Biden akan segera menyelesaikan perselisihan bernilai miliaran dolar terkait biaya ribuan pasukan AS di semenanjung itu.

Selain itu, penanganan pandemi Covid-19 dan perubahan iklim adalah tema utama dalam pembicaraan via telepon Biden dengan ketiga pemimpin tersebut.

Sedangkan Morrison mengatakan, dia berbicara dengan Biden tentang teknologi pengurangan emisi. Meski target nol emisi bersih pada 2050 tidak dibahas.

“Saya mengemukakan kesamaan pandangan dengan presiden yang diproyeksikan menang Pemilu AS, terkait kebijakan mengenai teknologi pengurangan emisi yang kami butuhkan, dan berharap akan ada kerja sama dalam masalah tersebut,” kata Morrison kepada wartawan di Canberra.

Baik Moon dan Suga mengatakan, mereka setuju mengatur pertemuan dengan Biden, tak lama bila dia resmi dilantik pada Januari 2021. Biden juga akan menghadapi tantangan untuk mengelola perselisihan politik dan ekonomi yang belum terselesaikan antara Korsel dan Jepang, yang telah mengancam pengaturan pembagian intelijen militer dan mempersulit upaya AS untuk melawan China.

Selain masalah keamanan kawasan, Suga mengatakan, dia juga berencana bekerja sama dengan Biden untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menangani perubahan iklim.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini