Penyaluran Kredit Perumahan Melambat 2,05%, Perbankan Mengerem?

Penyaluran Kredit Perumahan Melambat 2,05%, Perbankan Mengerem? Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Pembelian rumah fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian rumah. Hasil survei Bank Indonesia pada triwulan III 2020 mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen atau 76,02% masih membeli rumah melalui KPR.

"Angka tersebut menurun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 78,41%," demikian laporan BI seperti dikutip Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Sementara itu, proporsi konsumen yang memilih skema pembayaran tunai bertahap sebesar 17,67% atau  turun dibanding triwulan sebelumnya sebesar 16,22%. Sementara sisanya sekitar 6,31 % membayar dengan tunai.

Baca Juga: Hingga Oktober, Program Sejuta Rumah Teralisasi 601.637 Unit

Pada triwulan III 2020, untuk pertumbuhan penyaluran KPR dan KPA secara tahunan tercatat kembali melambat dari 3,50% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 2,05% (yoy).

Untuk pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada triwulan III 2020 sebesar Rp2,114 atau tumbuh sebesar 45,19% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang meningkat tinggi sebesar 169,17%.

Laporan BI juga mengungkapkan bahwa untuk sumber pembiayaan pembangunan, pengembang masih mengandalkan sumber dari nonperbankan untuk pembiayaan pembangunan properti residensial. Pada triwulan III 2020, pembiayaan pembangunan properti yang bersumber dari dana internal pengembang mencapai 66,87% dari total kebutuhan modal.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini