Rusia Ikut China Ogah-ogahan Ucapkan Selamat ke Biden

Rusia Ikut China Ogah-ogahan Ucapkan Selamat ke Biden Kredit Foto: Antara/REUTERS/Kevin Lamarque

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan Presiden Vladimir Putin belum menyampaikan ucapan selamat kepada presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, karena menunggu hasil resmi dari badan penyelenggara pemilu setempat.

“Seperti dikatakan oleh Juru Bicara Presiden sebelumnya, pemerintahan kami merasa akan lebih baik apabila kami menunggu hasil resmi dari pemilihan presiden (AS) ini,” ujar Dubes Vorobieva dalam acara taklimat media di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penundaan ucapan selamat kepada kandidat dari Partai Demokrat AS itu dilakukan pemerintah Rusia mengingat masih ada berbagai prosedur yang harus dilalui sebelum pilpres diumumkan secara resmi.

Meski demikian, Vorobieva menegaskan Rusia berharap agar hubungan dengan Amerika Serikat, di bawah pemerintahan siapapun yang menjadi presiden dalam periode selanjutnya, akan dapat berkembang ke arah yang positif, “yang kami dapat katakan tidak terjadi dalam empat tahun terakhir,” tambahnya.

Pernyataan serupa sempat dicetuskan oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, sebagaimana dilaporkan Reuters, di mana dia mencatat bahwa Presiden Putin telah berulang kali menyatakan kesiapan untuk bekerja dengan pemimpin AS manapun.

Rusia juga berharap dapat menjalin dialog dengan pemerintah AS yang baru dan menemukan cara untuk menormalkan hubungan bilateral yang bermasalah. Selain Rusia, China juga menjadi salah satu negara yang menunda ucapan selamat bagi presiden terpilih Joe Biden.

Dua negara besar pesaing negeri Paman Sam itu ogah ucapkan selamat kepada Biden tentu bukannya tidak ada masalah. Pengamat politik Jeffry Gaber menyatakan ada simbol politik dengan penundaan ucapan selamat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini