Pangsa Pasar Meningkat, Indocement Kantongi Untung Rp1,12 Triliun

Pangsa Pasar Meningkat, Indocement Kantongi Untung Rp1,12 Triliun Kredit Foto: Dok. Indocement

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengantongi laba bersih senilai Rp1,12 triliun pada kuartal III tahun 2020. Capaian laba tersebut menurun 5% dari kuartal III 2019 yang saat itu nilainya mencapai Rp1,18 triliun. 

Bersamaan dengan itu, pendapatan perusahaan ikut terkontraksi pada periode kali ini. Merujuk laporan keuangan perusahaan, Indocement membukukan pendapatan sebesar Rp10,15 triliun per September 2020 atau 10,6% dari periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp11,35 triliun per September 2019. Baca Juga: Hadapi Skandal Pembobolan Rekening, Performa Keuangan Maybank Ternyata....

Manajemen melaporkan, volume penjualan dalam sembilan bulan pertama tahun ini menurun 9,7% dari angka 13,50 juta ton menjadi 12,19 juta ton. Volume penjualan tersebut masing-masing disumbang oleh pasar ekspor domestik sebesar Rp12,11 juta ton dan pasar ekspor sebesar 86 ribu ton. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kontribusi tersebut menurun, di mana tahun lalu pasar domestik menyumbang 13,40 juta ton dan ekspor menyumbang 103 ribu ton. Baca Juga: Industri Perfilman Daerah Adem Ayem, Ini Penyebabnya

"Pangsa pasar di Jawa meningkat 60 bps dari 34,2% menjadi 34,8% dan di luar Jawa meningkat 80 bps dari 14,6% menjadi 15,4%. Peningkatan di Jawa didorong oleh pangsa pasar dari keseluruhan Jawa  Barat (80 bps dari 45,7% menjadi 46,5%) dan pangsa pasar Jawa Tengah (200 bps dari 33,2% menjadi 35,2%). Sementara pertumbuhan di luar Jawa didorong dari pulau-pulau utama disebabkan oleh pengoperasian penuh Kompleks Pabrik Tarjun setelah musim liburan pertengahan tahun ini," ungkap manajemen secara tertulis, Jakarta, Rabu, 11 November 2020.

Manajemen menambahkan, sejak awal tahun 2020, pasar semen terganggu oleh curah hujan yang tinggi dan kemudian diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian. Sampai dengan kuartal berikutnya, Indocement memperkirakan pasar masih akan terganggu oleh beberapa sentimen, seperti curah hujan tinggi akibat La Nina dan pilkada yang akan digelar pada Desember mendatang. 

"Namun demikian, dengan peningkatan anggaran infrastruktur pemerintah tahun 2021 kembali menjadi sebesar masa pra-Covid dan ekspektasi efek pengganda dari selesainya proyek-proyek infrastruktur  sebagai pendorong pengembangan kawasan industri dan pabrik, pertumbuhan permintaan tahun 2021 diperkirakan dapat bertumbuh positif antara +4% sampai +5%," sambungnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini