Indonesia Raup Kontrak Dagang Rp6,62 T dari Jepang hingga Australia

Indonesia Raup Kontrak Dagang Rp6,62 T dari Jepang hingga Australia Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Kementerian Perdagangan mencatat kontrak dagang senilai US$467,92 juta atau setara Rp6,62 triliun dari program buying mission di hari pertama pelaksanaan Trade Expo Indonesia Virtual Event (TEIVE) 2020.

Kontrak ini berasal dari penandatanganan 24 nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dengan tujuh perusahaan dari berbagai negara di antaranya Jepang, Belanda, Australia, Singapura, Hungaria, Mesir, dan India.

"Sebanyak 24 MoU kontrak misi pembelian dengan tujuh negara telah ditandatangani dengan total nilai sebesar US$467,92 juta. Kontrak misi pembelian masih akan terus meningkat hingga hari terakhir penyelenggaraan TEI-VE," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, 19 Perusahaan Raih Penghargaan Eksportir Berkinerja Terbaik

Produk-produk yang diminati pada misi pembelian hari pertama, di antaranya makanan olahan, produk kertas, kopi, minyak kelapa sawit, minuman, produk kayu, alas kaki, pupuk batu bara, olahan kelapa, ban, sabun batangan, sapu, dan rempah-rempah.

Agus menegaskan, program misi pembelian dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai upaya peningkatan ekspor nasional. "Misi pembelian merupakan salah satu skema kegiatan di TEI untuk membantu dunia usaha agar dapat melakukan kesepakatan atau transaksi kontrak dagang," jelasnya.

Ia menyampaikan, antusiasme pelaku usaha pada TEI-VE masih tetap tinggi. "Walaupun digelar secara virtual, TEI kali ini tidak menyurutkan langkah para pelaku usaha untuk berpartisipasi dan terus mengekspor produknya ke pasar global," pungkasnya.

Penandatanganan MoU disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan pada Duta Besar negara peserta buying mission. Penandatanganan MoU kontrak pembelian dilakukan oleh pimpinan perusahan eksportir Indonesia dan perusahaan negara mitra dagang di Hotel Mulia bertepatan dengan pelaksanaan upacara pembukaan TEI-VE 2020 pada Selasa (10/11/2020).

Sekadar informasi Kemendag membidik kontrak dagang senilai US$1 miliar atau sekitar Rp14,05 triliun dari program buying mission dalam perhelatan TEI-VE ke-35. Target ini jauh di bawah capaian dari TEI 2018 dan 2019 yang masing-masing sebesar Rp126,77 triliun dan Rp130,8 triliun.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini