Investor Saham Pemula Wajib Tahu 5 Hal Ini!

Investor Saham Pemula Wajib Tahu 5 Hal Ini! Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Sejak tahun 2017 saat Bursa Efek Indonesia (BEI) mengampanyekan tagar #YukNabungSaham hingga saat ini, porsi investor lokal sudah melebihi jumlah investor asing dalam investasi saham di Indonesia. Salah satu tujuan BEI mengajak serta masyarakat menabung saham agar pasar modal Indonesia tidak mudah goyah ketika investor asing menarik dana mereka.

Sayangnya, pertumbuhan jumlah investor lokal di pasar modal tidak selaras dengan peningkatan edukasi terkait pasar saham. Alhasil, banyak investor pemula yang salah kaprah dan menderita efek trauma karena mengalami kerugian saat berinvestasi saham.

Baca Juga: Tips-Tips Investasi di Masa Pandemi Covid-19

So, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan investor pemula saat dia ingin berinvestasi di pasar saham? Berikut ini ulasannya.

1. Menentukan Saham yang Cocok bagi Pemula

Bagi investor pemula, hal yang yang membingungkan adalah memilih saham untuk dibeli. Sebenarnya, cara termudah menentukan saham ialah dengan mencari produk-produk yang akrab dengan keseharian kita seperti bank, pasta gigi, mie instant, dan properti. Rata-rata, produk-produk tersebut diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang telah melantai di bursa saham.

2. Mengetahui Dua Jenis Keuntungan dalam Investasi Saham

Sebagai investor, kita akan mendapatkan dua jenis keuntungan apabila melakukan investasi saham. Keuntungan pertama adalah dividen atau keuntungan saham pertahun yang dibagikan oleh perusahaan yang kita miliki lembar sahamnya.

Kemudian keuntungan kedua adalah capital gain atau selisih harga saham yang kita beli di awal dan kita jual pada waktu mendatang.

3. Metode yang Digunakan dalam Berinvestasi Saham

Ada lima jenis metode yang digunakan dalam berinvestasi saham. Investor pemula wajib mengetahui lima jenis metode untuk menentukan jenis saham dan harga yang tepat untuk dibeli ataupun dijual. Metode tersebut adalah analisis teknikal, analisis fundamental, bandarmology, astronacci, dan main saham.

4. Membeli Saham Berdasarkan Kelasnya

Ada tiga jenis saham berdasarkan kelasnya. Pertama ialah saham blue chip yang merupakan kumpulan perusahaan yang memimpin di industrinya. Kemudian saham second liner yang diisi oleh perusahaan-perusahaan berkembang. Yang terakhir ialah saham lapis ketiga atau biasa disebut dengan saham gorengan.

5. Memperhatikan Perencanaan Keuangan dalam Berinvestasi

Menentukan tujuan keuangan dan kesehatan keuangan setiap orang merupakan hal wajib sebelum memulai investasi saham. Hal itu karena instrumen investasi saham terkenal dengan high risk, high return. Artinya, investasi saham memiliki potensi keungtungan besar namun juga risiko tinggi.

Peran perencanaan keuangan berguna untuk memastikan keuangan kita siap apabila mengalami hal-hal yang tidak diiinginkan.

Semoga kelima hal ini bermanfaat bagi para investor saham pemula, selamat belajar dan mencoba. Semoga berhasil.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini