Sinergi Indonesia-Jepang Penuhi Kebutuhan EBT Melalui Minyak Sawit

Sinergi Indonesia-Jepang Penuhi Kebutuhan EBT Melalui Minyak Sawit Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas

Ambisi pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dengan sumber energi baru terbarukan (EBT) memang tidak main-main. Setelah diimplementasikan sejak Januari lalu, biodiesel 30 persen akan terus ditingkatkan hingga mencapai green diesel atau 100 persen bahan bakar nabati.

Selain dapat mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM), keberadaan energi terbarukan baik berbasis minyak sawit maupun komoditas lainnya juga akan meningkatkan daya saing petani. Melanjutkan komitmen tersebut, Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian bersinergi dengan Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net) mengoordinasikan penyusunan rencana kerja pemenuhan kebutuhan pasar bioenergi di Indonesia, Jepang, dan dunia.

Baca Juga: Penuhi Permintaan EBT, PLN Luncurkan Sertifikat Energi Terbarukan

Menko Airlangga Hartarto menerangkan, kebutuhan bioenergi Indonesia, Jepang, dan dunia akan terus meningkat. Sebagai informasi, penggunaan EBT Indonesia saat ini mencapai 9,5 persen, sedangkan pada tahun 2025 ditargetkan sebesar 23 persen dan tahun 2050 sebesar 31 persen.

Sementara itu, Jepang menargetkan pemakaian EBT sebesar 22–24 persen dari seluruh kebutuhan energinya hingga tahun 2030. Perlu diketahui, Jepang akan melakukan penggantian 100 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).

"Potensi pengembangan bioenergi di Indonesia sangat besar. Indonesia memiliki potensi lahan dan bahan baku melimpah, limbah industri yang bisa diolah, Sumber Daya Manusia (SDM), dan Sumber Daya Alam (SDA) yang mendukung. Ini harus terus kita dorong," tegas Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga akan terus meningkatkan hubungan dengan Pemerintah Jepang untuk mewujudkan kerja sama yang telah dirintis melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan lainnya.

"Pemerintah akan terus berusaha menjaga kualitas dan kuantitas produk biomassa kita agar dapat memenuhi standar yang dibutuhkan pasar Jepang. Untuk itu, komunikasi yang baik dan promosi antara Indonesia dan Jepang perlu terus dibangun," tutup Airlangga.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini