Kemelut Dugaan Penipuan Apartemen Cimanggis City: Korban Mau Minum Baygon

Kemelut Dugaan Penipuan Apartemen Cimanggis City: Korban Mau Minum Baygon Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Terjadi lagi kasus dugaan penipuan pembelian unit apartemen. Kasus itu berawal sejak Mei 2017, PT Permata Sakti Mandiri (PSM) selaku pengembang apartemen yang kian gencar memasarkan apartment Cimanggis City dengan harga murah berlokasi di Depok kepada konsumen dan menawarkan timbal balik yang menggiurkan juga meyakinkan.

Berdasarkan informasi, Cimanggis City akan dibangun di lahan 1 hektare (ha) dengan lebih dari 40% lahan tersebut difungsikan untuk fasilitas dan kenyamanan penghuni. Proyek ini akan dibangun dua tower dengan luas bangunan sekitar 65.000 meter persegi (m2) dengan kapasitas 1.600 unit apartemen dan kios dengan dua pilihan tipe, yaitu tipe 21 (studio) dan tipe 36 (2 kamar).

Baca Juga: Samara Suites Jadi Apartemen Tersertifikasi Bangunan Hijau EDGE

Pada bulan Juni dan Juli tahun 2018, unit Cimanggis City ditawarkan masih dengan harga terjangkau mulai dari Rp299 jutaan. Harga ini sudah mengalami kenaikan cukup signifikan bila dibandingkan saat ditawarkan pertama kali pada tahun 2017 yaitu sekitar Rp200 jutaan untuk tipe studio.

Cimanggis City juga memberikan promo menarik untuk pembelian unitnya khusus Juni dan Juli 2018 berupa hadiah langsung perhiasan emas ditambah free biaya KPA Bank dengan beraneka ragam cara bayar yang dapat dicicil mulai dari Rp2,5 jutaan per bulan.

Salah satu syarat untuk mempercepat kepemilikan apartemen tentunya peran bank sangat dibutuhkan. Bank BTN bersinergi dengan Cimanggis City melaksanakan KPA massal di Marketing Gallery Cimanggis City pada hari Sabtu-Minggu, 2 dan 3 Juni 2018.

Pada bulan Mei 2018, penjualan unit apartemen ini sudah mencapai lebih dari 50% dari unit tower pertama dengan nilai penjualan lebih dari Rp100 miliar. PT Permata Sakti Mandi selaku pengembang menargetkan bisa menjual 70% dari unit apartemen ini dengan mencatatkan penjualan sekitar Rp200 miliar. Pembangunan proyek ini ditargetkan akan topping-off (tutup atap) pada April-Mei 2019.

Pembeli unit apartemen Cimanggis City, Karen Rasjid, mengatakan bahwa dirinya tertipu oleh informasi yang gencar disebarkan PT Permata Sakti Mandiri, terutama seputar pelaksanaan pembangunan apartemen Cimanggis City yang disebutnya sudah mulai dibangun sejak awal tahun 2018 dan akan selesai akhir tahun 2019. Nyatanya, tak ada sama sekali hingga saat ini.

"Harusnya apartemen sudah ada di akhir tahun 2019, sampe sekarang ternyata apartemennya tidak ada," kata Karen saat dihubungi Warta Ekonomi, Rabu (11/11/2020).

Karen menuturkan, dirinya beserta kuasa hukum dan bersama konsumen lainnya telah melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut ke Polres Depok, Jumat (9/10/2020). Laporan itu terkait dengan dugaan penipuan perbankan dan perasuransian yang dilakukan oleh Bank BTN dan PT Asuransi Jasindo kepada Indrawati selaku konsumen Apartemen Cimanggis City yang dipromosikan pengembangan PT Permata Sakti Mandiri.

"Hal itu ditempuh lantaran hingga kini tidak jelasan serah terima pembangunan apartemen tersebut. Ada juga korban yang sudah melapor ke Polda cuma sampai sekarang masih tahap penyidik di Bareskrim," kata Karen, Rabu (11/11/2020).

Pengembang Cimanggis City, PT Permata Sakti Mandiri berencana merekayasa pailit terhadap perusahaannya sendiri dengan tujuan mengamankan kejahatan mereka, yakni menggelapkan ratusan miliar rupiah uang dari pemesan atau pembeli unit apartemen Cimanggis City, Depok, Jawa Barat.

"Daripada mereka memailit perusahaan, kita sebagai konsumen rugi nanti, bisa saja mereka cicil, dua sampai tiga kali, lalu mereka tidak bayar lagi. Sudah tidak percaya lagi soalnya janji manis aja mereka. Ini sudah kemelut begini, saya hampir mau minum Baygon," kata Karen.

Hingga tulisan ini diturunkan, tidak satu pun unit apartemen diserahkan kepada pembeli. Lebih parah lagi, hingga hari ini, tidak satu pun unit apartemen Cimanggis City selesai dibangun oleh PT Permata Sakti Mandiri. Bahkan, tanda-tanda proyek pembangunan apartemen pun tidak ditemukan di lokasi pembangunan.

"Marketing di Cimanggis sudah kabur semua, tinggal office boy, security, dan admin," tutur Karen.

Fakta ini berbeda total dengan informasi dan pemberitaan yang disebarluaskan PT Permata Sakti Mandiri yang menggembar-gemborkan seolah-olah proyek pembangunan apartemen sedang berlangsung.

Pada tanggal 2 Juni 2018, Direktur Utama PSM, Agus Susilo, mengatakan bahwa Cimanggis City telah mengalami kenaikan harga hingga 10% dari harga sebelumnya di bulan Juni 2018.

"Kenaikan harga adalah bagian dari optimisme kami selain juga melihat perkembangan dan kemungkinan kenaikan suku bunga BI yang terjadi. 2018, revenue bagus, target tercapai dan pembangunan on progress," kata Agus, Sabtu (2/6/2018).

Terkait kasus ini, redaksi Warta Ekonomi telah meminta klarifikasi kepada pihak pengembang apartemen Cimanggis City. Akan tetapi, pihak pengembang memutuskan untuk tidak memberi komentar.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini