Enclosed Ground Flare: Wujud Komitmen Chandra Asri Jalankan Industri Petrokimia Ramah Lingkungan

Enclosed Ground Flare: Wujud Komitmen Chandra Asri Jalankan Industri Petrokimia Ramah Lingkungan Kredit Foto: Dok. Chandra Asri

Menjaga kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk juga pelaku industri. Menyadari pentingnya hal itu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berkomitmen untuk menjalankan kegiatan industri yang ramah lingkungan. Salah satu realisasi atas komitmen tersebut adalah pengoperasian Enclosed Ground Flare (EGF) di kompleks pabrik petrokimia miliknya di Cilegon, Banten.

Enclosed Ground Flare (EGF) alias suar tanpa asap merupakan teknologi pemrosesan pembakaran menggunakan metode flaring tertutup sehingga tidak menimbulkan radiasi panas dan radiasi udara (kebisingan). EGF menjadi alternatif bagi industri dalam proses pembakaran selain menggunakan metode elevated flare atau metode suar konvensional. 

Lain halnya dengan elevated flare yang proses pengaliran gas dan pembakarannya dilakukan di bagian burner secara terbuka, EGF memiliki chamber yang diselimuti dinding refraktori yang berfungsi untuk mengurangi dampak kebisingan, radiasi langsung, dan emisi cahaya. Bukan hanya itu, EGF juga dapat membuat proses pencampuran emisi menjadi lebih merata dengan tingkat efektivitas mencapai 30%. Selain itu, EGF juga mampu menekan polusi asap hingga skala 0 berdasarkan skala Ringelman (indikator kepadatan asap).

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, sejak tahun 2018 Chandra Asri mulai membangun EGF di kompleks petrokimia Cilegon dengan nilai investasi mencapai US$14 juta. Menggandeng Toyo Engineering Corporation dan Inti Karya Persada Teknik sebagai pihak kontraktor teknik, pengadaan, dan konstruksi, Chandra Asri berhasil merampungkan pembangunan EGF tepat waktu walau berada dalam masa pandemi Covid-19.

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra, memaparkan bahwa EGF menjadi bukan hanya menjadi investasi perusahaan dalam aspek lingkungan, melainkan juga sosial. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, EGF didesain mampu memproses pembakaran secara sempurna sehingga tidak ada hidrokarbon hasil pembakaran yang dibuang ke udara.

"Kami berkomitmen untuk menjalankan operasional pabrik dengan bijak dengan mengurangi adanya dampak terhadap lingkungan ataupun masyarakat. Pembangunan EGF ini merupakan investasi kami dalam aspek lingkungan dan sosial di area operasional pabrik untuk mengurangi jejak karbon dan turut menjaga kenyamanan warga yang berdomisili di sekitar area operasional kami," tegas Erwin beberapa waktu lalu.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia yang memproduksi Olefins dan Polyolefins. Menjadi bagian dari Barito Pacific Group, Chandra Asri memiliki rekam jejak lebih dari 27 tahun dalam industri petrokimia dengan menggabungkan antara teknologi dan fasilitas pendukung yang berlokasi strategis di pusat petrokimia negara, Cilegon, dan Serang. 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini