Hati-Hati Main Facebook! Sebar Informasi Keliru Bisa Kena Sanksi Berat

Hati-Hati Main Facebook! Sebar Informasi Keliru Bisa Kena Sanksi Berat Foto: Unsplash/Neonbrand

Di era post-truth, misinformasi atau informasi keliru turut menyebar dengan cepat di media sosial; termasuk terkait COVID-19. Karena itulah, Facebook mengambil beberapa inisiatif untuk mengatasi masalah itu.

Menurut Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari, penerapan bijakan penanganan konten berbahaya seperti misinformasi soal COVID-19 telah berjalan sesuai Standar Komunitas.

Tak hanya itu, Facebook juga menggandeng pemeriksa fakta pihak ketiga untuk memerangi misinformasi. "Kami akan menghapus misinformasi, contohnya tentang pengobatan pencegahan COVID-19; bagaimana penyebaran COVID-19; akses/ketersediaan jasa dan infrastruktur kesehatan; hingga anggapan yang meremehkan pandemi ini," ujar Ruben, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga: Pertama Kali dalam 3 Tahun! Samsung Sukses Kalahkan Apple di ....

Baca Juga: Sempat Rugi, Akhirnya Investor Grab Ini Bisa Cetak Laba Lagi!

Selain soal COVID-19, Facebook mengklaim juga akan menghapus konten terkait kekerasan, ujaran kebencian, pelecehan, dan perundungan.

Ruben mengatakan, kebijakan itu mengurangi distribusi misinformasi hingga 80%. "Misinformasi akan (Facebook) tandai di beranda, lalu pengurangannya akan (kami) kurangi. Kami juga menolak iklan yang masuk ke konten tersebut. Memang, perlakuannya sedikit berbeda."

Kebijakan tersebut bertujuan agar para pengguna menerima informasi akurat, khususnya terkait pandemi COVID-19.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini