Erick Dikritik Tak Ada Bedanya dengan Rini: BUMN Isinya Relawan-Pendukung Jokowi

Erick Dikritik Tak Ada Bedanya dengan Rini: BUMN Isinya Relawan-Pendukung Jokowi Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, penempatan direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini belum memiliki kriteria good corporate governance (GCG). Alasannya, jabatan-jabatan tersebut masih diisi oleh para relawan atau pendukung partai politik.

"Seharusnya jabatan itu diserahkan kepada profesional. Jadi 100 persen harus profesional bukan pendukung atau relawan politik," terang Bhima dalam Market Review IDX Channel di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Ia menuturkan, saat ini kondisi BUMN tidak jauh berbeda dengan Menteri BUMN sebelumnya. Direksi dan Komisaris masih diisi oleh relawan partai yang tidak mempunyai track record atau pengalaman di bidangnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Cium Angin Segar, Ekonomi Banyak Negara Mulai Rebound

"Jadi posisi komisaris dan direksi diisi orang yang tidak profesional di bidangnya, sehingga berdampak pada kinerja BUMN tersebut," terangnya.

Sambung Bhima menambahkan, kondisi BUMN Indonesia masih sangat jauh dari segi profesionalitas. Sebab, sistem politik di Indonesia masih berupa take and give dalam pemberian jabatan.

"Saya berharap Pak Presiden Jokowi bisa menempatkan kepentingan politik jangka pendek dan jangka panjang dalam memberikan suatu posisi jabatan," tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini