Belum Kasih Selamat ke Biden, Ternyata Ini yang Ditunggu Presiden Meksiko

Belum Kasih Selamat ke Biden, Ternyata Ini yang Ditunggu Presiden Meksiko Foto: Reuters/Henry Romero

Dari sekian banyak pemimpin negara sahabat yang mengirimkan ucapan selamat atas kemenangan Joe Biden-Kamala Harris dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 3 November lalu, masih ada negara yang memilih diam.

Pemimpin negara besar seperti Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sudah menyampaikan keinginan mereka bekerja sama dengan pemerintahan presiden terpilih.

Baca Juga: Ramai-ramai Ucapkan Selamat ke Biden, Pemimpin-pemimpin Ini Justru Masih Bungkam

Namun ada pemimpin negara yang memilih untuk tidak memberi selamat kepada salah satu dari dua peserta pemilu, Donald Trump dan Joe Biden, sampai segala sengketa pilpres selesai. Setidaknya, itu adalah alasan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

Obrador memilih mengucapkan selamat saat pelantikan Januari tahun depan. Dia mengaku enggan memantik konflik jika memberi ucapan di awal. Tetapi ada juga beberapa pemimpin dunia yang memilih diam. Yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.

Hubungan Putin, selama kepemimpinan Trump, dengan AS bisa dibilang akur. Padahal Rusia dituduh merecoki hasil pemilihan presiden 2016. Namun, saat Trump dan Putin bertemu, dia justru memilih untuk tidak menyebut masalah tersebut kepada Putin.

Trump menolak untuk berbicara tentang masalah tersebut meskipun ada peringatan keras dari para penasihatnya. Trump juga telah lama menghadapi kritik karena tidak menanggapi campur tangan Rusia yang terus berlanjut dalam proses pemilihan AS.

Namun dalam pernyataannya beberapa bulan lalu, Putin mengatakan, Rusia akan bekerja dengan siapapun pemimpin AS nantinya. Namun, sikapnya sering kali tampak kurang antusias jika disinggung soal kepresidenan Biden. Putin menuduh Biden menggunakan retorika anti-Rusia selama kampanye.

The Independent mencatat sejumlah analis politik Rusia menyebut hubungan Putin dengan Biden kemungkinan tidak akan seakrab Putin-Trump. Hal ini melihat catatan hubungan Rusia-AS saat kepemimpinan Barack Obama-Biden selama delapan tahun. 

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini