Terima Fasilitas Kawasan Berikat dari Bea Cukai, Pabrik Garmen Siap Genjot Ekspor

Terima Fasilitas Kawasan Berikat dari Bea Cukai, Pabrik Garmen Siap Genjot Ekspor Foto: Bea Cukai

PT Batang Apparel Indonesia (BAI) resmi memperoleh fasilitas fiskal dari Bea Cukai berupa kawasan berikat, pada Rabu (4/11/2020). Perizinan ini diberikan secara online oleh Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bekerja sama dengan Bea Cukai Tegal.

Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri menyampaikan bahwa selama 2020, pihaknya telah menerbitkan 16 izin fasilitas kawasan berikat yang sebagian besar bergerak di bidang industri garmen dan menyerap banyak tenaga kerja.

Menurutnya, Bea Cukai juga turut serta dalam program pemulihan ekonomi nasional. Implementasinya antara lain dengan memberikan fasilitas fiskal kepada perusahaan seperti fasilitas kawasan berikat, yaitu berupa fasilitas penangguhan bea masuk dan tidak dipungut PDRI.

Baca Juga: Bantu Pembiayaan UKM hingga Rp500 M, Indonesia Eximbank Gandeng Bea Cukai Batam

"Perusahaan tidak perlu membayar bea masuk dan PDRI jika 100% produknya diekspor. Hal ini diyakini dapat menciptakan efisiensi sehingga cashflow perusahaan terbantu, produknya dapat lebih bersaing, perusahaan berkembang, order dan produksi meningkat yang akan disertai kenaikan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya dapat ikut menggerakkan perekonomian," jelas Amin.

Harapannya, lanjut Amin, dengan pemberian fasilitas ini dapat membantu perusahaan berkembang terutama dalam masa pandemi dan mampu menggerakkan perekonomian khususnya di daerah domisilinya.

"Kami berkomitmen untuk terus berupaya membantu dengan mempermudah perizinan maupun pemberian fasilitas khususnya kepada perusahaan berorientasi ekspor," tambah Amin.

Direktur PT Batang Apparel Indonesia, Jeong Uson memaparkan bahwa perusahaannya bergerak di bidang garmen, memproduksi pakaian-pakaian olahraga dengan merek-merek terkenal seperti Nike, H&M, Fanatics, dan lai-lainl, yang 100% produknya akan diekspor ke berbagai negara yang meliputi Asia, Eropa dan Amerika. Pihaknya membutuhkan fasilitas kawasan berikat untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Dengan modal dasar sebesar US$8 juta, perusahaan ini meyakini akan dapat terus berkembang. Fasilitas kawasan berikat diyakini mampu membantu cashflow perusahaan karena akan menciptakan efisiensi produksi baik dari sisi biaya dan waktu, sehingga produknya akan lebih bersaing di pasar global.

Perusahaan yang direncanakan mulai beroperasi pada awal 2021 ini sudah mulai merekrut tenaga kerja. "PT Batang Apparel Indonesia hingga akhir 2021 akan menyerap 2.000 tenaga kerja. Pada 2021 perusahaannya berencana menambah modal investasi sebesar Rp25 miliar dan menargetkan kapasitas produksi mencapai 3,6 juta pcs per bulan," ungkap Jeong.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini