Angin Surga Berhembus ke Sektor Pertambangan Setelah Trump Lengser

Angin Surga Berhembus ke Sektor Pertambangan Setelah Trump Lengser Foto: Antara/REUTERS/Kevin Lamarque

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 20.48 poin atau 0.38% ke level 5.356,01 setelah sempat melemah di akhir sesi pertama. Terpilihnya Presiden Amerika Serikat Joe Biden nyatanya membawa angin segar bagi sektor pertamabangan di Indonessia.

Terlihat, indeks sektor pertambangan berhasil menunjukan gigi dengan +2.38% dan Infrastruktur +1.18% memimpin penguatan disaat indeks Aneka Industri -2.94% dan Konsumsi -0.84%yang membebani pergerakan IHSG. Dimana, saham perusahaan tambang sseperti DKFT +20.51%, ANTM +10.22%, TINS +8.77% dan INCO +6.56% naik signifikan.

“Kenaikan ini akibat sentimen Joe Biden membawa angin positif bagi perusahaan tambang terutama nikel karena presiden AS ini menyosong strategie clean energy untuk kesehatan yang lebih baik. Dalam hal ini pemakaian nikel untuk battre akan memingkat,” kata Head of Research Equity Technical Analyst Reliancee Sekuritas, Lanjar Nafi, di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Baca Juga: Modal Asing Gak Bisa Dibendung, IHSG Selamat dari Zona Merah!

Sementara, investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp190.79 miliar dengan saham BBRI, MDKA, ANTM dan TLKM yang menjadi top net buy value.

Menurutnya, secara teknikal IHSG bergerak membentuk pola candlestick northern star dengan potensi melemah jangka pendek setelah mencapai target pennant pattern dan resistance level tertinggi di glombang pemulihan pertama setelah penurunan diawal tahun ini.

“Indikator stochastic bergerak menjenuh pada area dekat overbought dengan indikator MACD yang cukup tinggi. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi terkoreksi dipergerakan selanjutnya dengan support resistance 5279-5382. Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AKRA, MIKA, SGRO, ULTJ, HMSP, GGRM, MEDC, PTBA, WSKT,” pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini