Ramalan Terbukti Tepat, Patung Lilin Trump Langsung Dibuang ke Tempat Sampah

Ramalan Terbukti Tepat, Patung Lilin Trump Langsung Dibuang ke Tempat Sampah Kredit Foto: Antara/REUTERS/Carlos Barria

Museum di Berlin, Madame Tussauds, membuang patung lilin yang menggambarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke tempat sampah. Patung itu disingkirkan ketika Trump diramalkan kalah menjelang pemilu dan ramalan itu benar-benar terbukti.

Patung Trump dengan wajah tersenyum itu kini menjadi salah satu sampah yang dipamerkan di museum tersebut. Patung itu diletakkan di sana sebelum pemilihan presiden (pilpres) Amerika, Selasa (3/11/2020), sesuai peramal yang memperkirakan Partai Republik akan dicampakkan oleh pemilih Amerika.

Baca Juga: Alamak, Sekutu Dekat Trump Satu per Satu Ucap Selamat buat Biden

Ramalan itu benar-benar terjadi setelah calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden menang atas Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika 2020. 

Joe Biden berada di titik puncak keunggulan untuk mengamankan perolehan electoral votes di negara-negara bagian yang jadi medan pertempuran krusial. Pada Sabtu pekan lalu, hasil perolehan suara menyatakan Biden menang dan menjadi presiden terpilih Amerika yang akan berkuasa di Gedung Putih.

Meski menempatkan patung Trump di tempat sampah, patung presiden pendahulu Trump; Barack Obama, tetap ada di museum tersebut.

Barang-barang lain yang dibuang di tempat sampah dengan patung lilin Trump termasuk karton-karton bertuliskan tweet Trump dan topi merah bertuliskan "Make America Great Again".

Berbicara setelah pemindahan patung Trump ke tempat sampah, manajer pemasaran museum; Orkide Yalcindag, berkata: "Aktivitas hari ini lebih bersifat simbolik menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat."

“Kami di sini di Madame Tussauds Berlin menghapus patung lilin Donald Trump sebagai tindakan persiapan," ujarnya, seperti dikutip Daily Mirror, Senin (9/11/2020).

Meski Trump benar-benar kalah dalam pilpres AS, patung Trump dan tempat sampahnya kemungkinan besar akan didorong masuk dan dipajang kembali ke museum dalam waktu dekat.

Trump sendiri sedang menghadapi tekanan publik yang meningkat untuk menyerah dan lengser dengan bermartabat.

Tapi itu tampaknya tak mudah terjadi, karena Presiden AS tersebut bersumpah untuk menggugat hasil pilpres ke pengadilan untuk membatalkan penghitungan suara yang tidak berjalan sesuai keinginannya.

Sebelumnya, Joe Biden telah menyampaikan pidato kemenangannya. "Angka-angka itu memberitahu kami...ini cerita yang jelas dan meyakinkan: Kami akan memenangkan perlombaan ini," kata Biden, menambahkan bahwa dia dan pasangannya Kamala Harris sudah bertemu dengan para ahli saat mereka bersiap untuk berkuasa di Gedung Putih. 

Trump, 74, menggugat hasil pilpres karena peluangnya untuk terpilih kembali telah memudar.

Dia telah berulang kali membuat klaim penipuan pilpres yang tidak berdasar dan kampanyenya mengejar serangkaian tuntutan hukum yang menurut para ahli hukum tidak mungkin mengubah hasil pemilu.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini