Gegara Resesi, Konsumsi Indonesia Makin Merosot

Gegara Resesi, Konsumsi Indonesia Makin Merosot Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Dampak resesi rupanya juga berpengaruh pada perilaku konsumsi masyarakat. Menurut data pemaparan Omar Abdillah Big Data Expert dari Indef Datalyst Center, hal ini ditunjukan dengan menurunnya indeks konsumen dari 0,64 menjadi 0,61.

"Ketika resesi diumumkan, pendapat atau pandangan masyarakat tentang perilaku konsumsi, pendapatan, perilaku pajak dan kredit sebagai komponen Indeks Konsumen Indonesia cenderung lebih ke negatif atau mengalami penurunan," katanya dalam diskusi secara virtual, Minggu (8/11/2020).

Adapun perilaku konsumen yang dimasukan ke dalam riset tersebut meliputi pajak, perilaku kredit, konsumsi, dan pendapatan.

Baca Juga: Tolong, Indonesia Resesi! Orang Kaya Pliss Banyakin Konsumsi

Dari kategori pendapatan mengalami penurunan sebanyak 0,02 poin, pajak naik sebanyak 0,02 poin, perilaku kredit turun 0,13 poin, dan konsumsi turun 0,01 poin.

Penelitian ini menggunakan analisis big data yang diperoleh dari tangkapan percakapan masyarakat di media sosial yang meliputi perbincangan mengenai komponen dalam teori konsumsi.

Kemudian, data tersebut dianalisa untuk dilihat bagaimana sentimen masyarakat terhadap sebuah komponen dalam teori konsumsi.

"Khusus untuk komponen konsumsi masyarakat yang turun 0,01 poin, ketika ada pengumuman resesi, kita melihat banyak sekali pembicaraan mengenai resesif dan juga ajakan untuk meningkatkan konsumsi untuk mengurangi dampak resesi," lanjut Omar.

Sementara untuk pajak, menurut Omar ajakan pemerintah untuk membayar pajak yang disertai dengan kebijakan insentif pajak meningkatkan kategori pajak dalam penelitian ini.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini