Perempuan-perempuan India Terinspirasi oleh Kamala Harris, Seperti Apa?

Perempuan-perempuan India Terinspirasi oleh Kamala Harris, Seperti Apa? Kredit Foto: Antara/REUTERS/Rebecca Cook

Dipisahkan jarak lebih dari 12.000 km dari Washington, di sebuah desa kecil di India tempat asal leluhur calon wakil presiden dari Partai Demokrat AS Kamala Harris, berkumpul para perempuan desa untuk menjagokan "perempuan Amerika" ini.

Penduduk setempat juga menggelar doa khusus di kuil Thulasendrapuram untuk kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu AS pada 3 November 2020. Sementara M. Umadevi, 34, yang terpilih menjadi anggota dewan desa pada Desember lalu mengatakan bahwa dia merasa terkoneksi dengan Harris sebagai sesama politisi perempuan.

Baca Juga: Kamala Harris Bakal Jawab Kegagalan Hillary Clinton Lima Tahun Lalu

“Dia adalah anak perempuan desa kami,” kata Umadevi, yang juga ibu dari seorang putra berusia lima tahun. Sehari-hari ia menerima jahitan pakaian untuk menambah penghasilan suaminya yang bekerja sebagai sopir.

''Ini pasti sulit dan menantang baginya. Tapi segala ssesuatu yang baru memang begitu. Saya juga merasa senang dan gugup akan peran baru saya ini,'' tambahnya.

Dukungan untuk kemenangan Kamala Harris

Desa itu terletak sekitar 320 km di selatan kota Chennai, negara bagian Tamil Nadu. Lebih dari satu abad yang lalu, desa ini menjadi tempat kelahiran kakek dari ibu Kamala Harris.

Harris sendiri lahir di California dari seorang ibu yang berasal dari India dan ayah dari Jamaika. Keduanya berimigrasi ke Amerika Serikat untuk belajar. Harris sempat mengunjungi Thulasendrapuram ketika berusia lima tahun dan diketahui pernah bercerita tentang pengalamannya saat berjalan-jalan di pantai Chennai bersama kakeknya.

Sebagai mantan jaksa agung California, Harris yang berusia 55 tahun adalah perempuan kulit hitam pertama dan orang keturunan India pertama yang dinominasikan untuk menduduki jabatan nasional oleh sebuah partai besar di AS.

Umadevi mengatakan prioritasnya sebagai anggota dewan desa yang mewakili sekitar 200 keluarga dan sebagian besar bekerja sebagai petani, adalah membangun jalan aspal.

"Hal pertama dalam daftar saya adalah memastikan kami memiliki jalan yang layak," katanya kepada Thomson Reuters Foundation dalam wawancara telepon.

"Jalan yang ada sekarang dalam kondisi yang buruk dan Anda hampir tidak bisa menyebutnya sebagai jalan. Jalan yang baik akan membawa keberuntungan yang lebih baik,'' lanjutnya.

Punya banyak ambisi

Berbeda dengan Harris yang menyandang gelar sarjana hukum, Umadevi putus sekolah ketika berusia 15 tahun atas keputusan ibunya.

Saat ini sekitar 60 persen anak perempuan di India telah mengenyam berpendidikan, angkanya bahkan mencapai 90 persen di beberapa negara bagian, menurut data sensus terakhir India.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini