Banjir dan Longsor di Kebumen, Ribuan Warga Kena Dampaknya

Banjir dan Longsor di Kebumen, Ribuan Warga Kena Dampaknya Kredit Foto: Cahyo Prayogo

2.107 warga di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengungsi akibat tanah longsor dan banjir; begitu menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Jumat (30/10) pukul 13.40 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, dari keseluruhan warga yang mengungsi tersebut, ada sebanyak 995 warga mengungsi di SD Madureja, dan 1.112 warga di sekolah dasar lainnya, serta rumah panggung Sidobunder.

"Bencana yang terjadi sejak Senin (26/10) tercatat telah berdampak pada 13 kecamatan di Kabupaten Kebumen," kata Raditya dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga: Terungkap! Ternyata, Ini Sebab Gempa 7,0 Magnitudo di Turki

Baca Juga: Malam Ini Ada Fenomena Langka pada Bulan Purnama! Bakal Ganti Warna Jadi .....

Kecamatan yang terdampak itu adalah Prembun, Alian, Kebumen, Karanganyar, Kemit, Puring, Sempor, Padureso, Pejagoan, Sruweng, Karangsambung, Karanggayam dan Rowokele.

Bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian materil meliputi 7 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang, 67 unit rumah rusak ringan, 2 sarana pendidikan, 36 titik jalan, 5 unit jembatan, 13 unit tanggul terdampak.

Dalam upaya percepatan penanganan bencana banjir dan longsor tersebut, BPBD Kabupaten Kebumen terus melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Muspika, TNI/POLRI dan Relawan.

Selain itu, tim BPBD Kabupaten Kebumen dibantu tim gabungan juga membantu proses evakuasi warga terdampak banjir dan melakukan pembersihan puing dan material banjir serta longsoran.

"Upaya terkini yang dilakukan juga meliputi penyerahan bronjong Ke Desa Madurejo, Kecamatan Karanggayam sebanyak 25 buah dan penyerahan Bronjong ke Desa Padureso, Kecamatan Padureso sebanyak 30 buah," tutur Raditya.

Dampak La Nina

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan data prakiraan cuaca yang menyebutkan bahwa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Jawa Tengah hingga Sabtu (31/10).

Selain Jawa Tengah, prakiraan cuaca serupa juga berlaku untuk sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua.

BMKG sebelumnya juga menyebutkan, tingkat intensitas curah hujan selama musim penghujan di penghujung tahun 2020 dan di awal tahun 2021, meningkat hingga 40 persen akibat dampak fenomena La Nina.

"Karena itu, BNPB meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana terkait dampak dari fenomena La Nina, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung dan angin kencang," pungkas Raditya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini