Berapi-api, Trump: Amerika Berdiri Bersama Prancis dalam Pertarungan Ini!

Berapi-api, Trump: Amerika Berdiri Bersama Prancis dalam Pertarungan Ini! Kredit Foto: Reuters.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyuarakan simpati untuk rakyat Prancis setelah serangan yang terjadi di Nice. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan beberapa orang terluka.

"Amerika berdiri bersama sekutu tertua kami dalam pertarungan ini. Serangan teroris Islam Radikal ini harus segera dihentikan. Tidak ada negara, Prancis, atau lainnya yang dapat bertahan lama dengan itu!," ujar Trump melalui Twitter terverfikasinya, Kamis (29/10) waktu setrmpat.

Kecaman atas serangan itu juga berdatangan dari Inggris, Belanda, Italia, Spanyol, Arab Saudi dan Turki. Sekalipun sebelumnya Presiden Tayyip Erdogan mengecam Presiden Emmanuel Macron dan Prancis atas kartun Nabi Muhammad.

Baca Juga: Macron Hina Islam Habis-habisan, PBNU Malah Bela Macron: Kenyataan Itu!

Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki Fahrettin Altun mengatakan Islam tidak dapat digunakan atas nama terorisme. "Kami menyerukan kepada kepemimpinan Prancis untuk menghindari retorika yang menghasut lebih lanjut terhadap Muslim dan fokus, sebaliknya, menemukan pelaku ini dan tindakan kekerasan lainnya," kata dia.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, juga menyatakan kecamannya. Saudi mengatakan tindakan ekstremis seperti yang terjadi di Nice bertentangan dengan semua agama. "Saudi menekankan pentingnya menghindari semua praktik yang menimbulkan kebencian, kekerasan, dan ekstremisme," ujar pernyataan Kemenlu Saudi.

Baca Juga: Api Permusuhan Sudah Menyala, Emmanuel Macron Harus Minta Maaf!

Prancis, dengan komunitas Muslim terbesar di Eropa, telah mengalami serangkaian serangan teror dalam beberapa tahun terakhir. Serangan itu termasuk pengeboman dan penembakan pada 2015 di Paris yang menewaskan 130 orang. Kemudian serangan pada 2016 di Nice ketika seorang militan mengendarai truk melalui kerumunan pinggir laut untuk merayakan Hari Bastille. Serangan menewaskan 86 orang.

Seorang perwakilan Dewan Perancis untuk Kepercayaan Muslim juga mengutuk serangan Nice pada Kamis. Pihaknya meminta semua Muslim di Prancis untuk membatalkan perayaan hari raya Maulid yang menandai hari lahir Nabi, sebagai tanda duka dan solidaritas.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini