Timbul Tenggelam Rencana Mudik Habib Rizieq dari Arab Saudi

Timbul Tenggelam Rencana Mudik Habib Rizieq dari Arab Saudi Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kerap menyita perhatian publik. Pernyataannya yang lugas dan tak jarang keras kerap mengundang kontroversi. Belakangan Rizieq muncul lagi berikut 

Informasi kepulangan Rizieq itu beberapa kali dilontarkan para petinggi FPI. Tetapi informasi tersebut tak pernah terealisasi sampai hari ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rizieq pernah dikabarkan pulang pada 2017 yaitu 12 Juni dan berturut-turut pada 17 Agustus 2017 serta 2 Desember 2017. Tetapi informasi ini tak pernah menjadi kenyataan. Pada 18 Februari 2018, isu yang sama terdengar, namun lagi-lagi sampai tahun 2020 Rizieq masih ada di Arab Saudi. Baca Juga: Allahu Akbar, Fix 1 November Pasukan Habib Rizieq Turun ke Jalan, Kepung..

Seperti halnya isu terbaru saat ini, FPI menuding ada tangan pemerintah di balik sulitnya Rizieq pulang ke Indonesia. Sejumlah analis menyebut narasi kepulangan Rizieq sengaja dibangun dengan tujuan untuk menjaga semangat pendukungnya secara internal sekaligus menunjukkan kepada pemerintah bahwa Habib Rizieq masih eksis. Baca Juga: Habib Rizieq Mau Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Gak Perlu Ketar-ketir

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Reseach and Analysis (Sudra), Fadhli Harahab menyatakan, isu kepulangan tersebut memang dikapitalisasi para pendukungnya. Tujuannya, kata Fadhli, untuk menjaga eksistensi perjuangan mereka. Bagaimana pun, Rizieq adalah panutan (Imam), setidaknya bagi anggota FPI dan kelompok yang sehaluan.

Fadhli menilai isu kepulangan HRS cenderung membuat heboh publik dibanding apa manfaatnya membicarakan kepulangan yang bersangkutan. Terlebih, kepulangan tokoh sentral di balik aksi 411 dan 212 itu saat ini dibumbui seruan revolusi akhlak.

"Akan lebih bermanfaat jika HRS tetap di Arab. Setidaknya kita bangsa indonesia bisa meminta beliau untuk terus mendoakan bangsa ini agar segera terbebas dari pandemik covid-19. Bukankah berdoa dari sisi Ka'bah akan lebih makbul?" kata Fadhli kepada SINDOnews, Kamis 29 Oktober 2020.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini