Erdogan Blak-blakan Permusuhan Eropa pada Islam Menyebar Bagai Kanker

Erdogan Blak-blakan Permusuhan Eropa pada Islam Menyebar Bagai Kanker Foto: Foto/Reuters

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa permusuhan terhadap Islam telah menyebar seperti kanker di Eropa. Ini setelah sederet peristiwa yang menyerang Islam terjadi di negara-negara Eropa, seperti kasus pembakaran Alquran hingga yang terbaru yakni penerbitan karikatur nabi Muhammad oleh majalah Prancis Charlie Hebdo yang kemudian justru didukung oleh Presiden Emmanuel Macron dengan menyebut pembuatan karikatur nabi Muhammad adalah kebebasan berekspresi.

"Sayangnya kita sedang mengalami periode di mana permusuhan terhadap Islam, Muslim dan tidak menghormati Nabi Muhammad menyebar seperti kanker, terutama di antara para pemimpin di Eropa," kata Erdogan di hadapan para anggota Partai Keadilan dan Pembangunan yang tengah berkuasa seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (29/10/2020).

Menurut Erdogan, apa yang terjadi di Eropa menunjukan sikap ofensif yang meningkat terhadap Islam dan Muslim dengan kedok kebebasan berekspresi. Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menegaskan bahwa tak ada Muslim yang menjadi teroris. Sebab terorisme bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Prancis Gigit Jari, Akibat Kartun Erdogan Cabul, Turki Gugat Charlie Hebdo!

"Tidak ada Muslim yang bisa menjadi teroris dan tidak ada teroris yang menjadi Muslim. Karena teroris adalah pembunuh berhati dan berdarah hitam yang tak ragu-ragu membunuh orang yang tidak bersalah untuk mencapai tujuannya sendiri," kata Erdogan.

Erdogan meyakini pihak-pihak yang memusuhi Islam akan tenggelam dalam kebencian mereka sendiri. Erdogan mengatakan bahwa memalukan memberikan penghargaan terhadap sebuah media publikasi yang tak bermoral. "Saya tak perlu mengatakan apa pun tentang sesuatu yang tak terhormat ini, orang yang menghina nabi tercinta yang paling dicintai," katanya.

Pada Rabu (28/10) jaksa di Ibu kota Ankara melakukan penyelidikan kriminal terhadap majalah itu atas konten yang menghina Nabi Muhammad.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini