Berkat IPO, Kekayaan Miliarder Teknologi China Ini Meroket

Berkat IPO, Kekayaan Miliarder Teknologi China Ini Meroket Kredit Foto: REUTERS/Shu Zhang

Saat pandemi berdampak terhadap mayoritas industri dunia, IPO jadi salah satu solusi menambah pemasukan perusahaan. Nah, hal itulah yang Ant Group lakukan. Berkat IPO, perusahaan yang dibesut oleh taipan teknologi, Jack Ma itu meraup 34 miliar dolar AS (sekitar Rp498 triliun).

Penjualan saham Ant Group, perusahaan finansial teknologi di Hong Kong kabarnya akan meningkatkan kekayaan Jack Ma. Bloomberg memperkirakan kekayaan pria berusia 56 tahun itu mencapai USD71,1 miliar atau orang terkaya di dunia nomor ke-11. Ma yang memiliki 8,8% saham di Ant Group senilai lebih dari USD 27 miliar pasca-IPO. 

Dengan begitu, kekayaan Ma bisa melebihi kekayaan pendiri Oracle (ORCL) Larry Ellison, pewaris L'Oreal (LRLCF) Francoise Bettencourt Meyers, dan anggota individu Waltons yang keluarganya memiliki Walmart (WMT).

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Gudang Garam, dari Industri Rumahan Jadi Pabrik Rokok Raksasa

Baca Juga: Berkat IPO Ant Group, Jack Ma Bawa Pulang Uang Rp395 Triliun!

Ant Group mencatatkan rekor usai meraup harga pencatatan ganda di Bursa Efek Hong Kong dan Shanghai masing-masing pada USD10,32. Itu menunjukkan IPO menghasilkan lebih dari USD34,1 miliar dan nilai perusahaan menjadi sekitar USD310 miliar. IPO Ant Group pun mampu mengalahkan IPO perusahaan minyak asal Arab Saudi, Aramco, yang menghasilkan USD29,4 miliar (Rp430 triliun) ketika melakukan IPO pada Desember lalu.

Pendiri Alibaba Jack Ma menyatakan optimismenya IPO Ant Group di Shanghai dan Hong Kong akan memecahkan rekor IPO terbesar dalam sejarah. “Ini adalah pertama kali IPO terbesar dalam sejarah manusia terjadi di luar Kota New York,” kata Ma, dilansir Russia Today. Dia mengungkapkan, IPO tersebut merupakan suatu “keajaiban”. “Kita tidak berpikir itu lima tahun lalu atau tiga tahun lalu,” ucapnya.

Selain Jack Ma, IPO juga menjadi pintu masuk pengusaha besar China untuk melambungkan kekayaan. Langkah ini didukung Beijing. Namun, Pemerintah China meminta perusahaan teknologi besar untuk melaksanakan IPO di bursa saham dalam negeri dan karena faktor perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). China sangat berkeinginan untuk meningkatkan investor konstitusional yang sulit untuk dibujuk.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini