Jual 5 Ruas Tol, Utang Waskita Bakal Susut Hingga Rp20 Triliun

Jual 5 Ruas Tol, Utang Waskita Bakal Susut Hingga Rp20 Triliun Kredit Foto: Ist

Dalam rangka penataan kembali proyek investasi tahun ini, manajemenPT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan untuk melepas kepemilikan pada beberapa jalan tol. “Setidaknya ada 5 ruas yang ditargetkan untuk diambil alih sahamnya oleh investor baru di kuartal ke empat 2020,” kata President Director Waskita, Destiawan Soewardjono, di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Adapun ruas tol yang dimaksud diantaranya tol yang berlokasi di Jakarta seperti Ruas Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu), serta beberapa ruas tol yang termasuk ke dalam jaringan Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Baca Juga: Waskita Karya Optimis Kinerja Bakal Moncer Setelah Pandemi Berakhir

Seperti diketahui bahwa 30% saham PT Waskita Toll Road (WTR) pada ruas Becakayu akan dilepas melalui skema instrumen Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) kepada investor, Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) antara WTR dan Investor telah ditandatangani pada 31 Agustus 2020 lalu.

Apabila seluruh target pelepasan jalan tol tahun 2020 dapat terlaksana maka Waskita akan dapat mengurangi hutang hingga Rp19 – 20 Triliun.

Destiawan juga menjelaskan bahwa ruas yang ditawarkan kepada investor merupakan ruas yang telah beroperasi secara penuh maupun parsial. Hal ini disebabkan ruas yang telah beroperasi tidak memiliki risiko pengadaan lahan ataupun risiko konstruksi, selain itu realisasi lalu lintas pun sudah dapat terlihat. Faktor tersebut yang membuat manajemen Waskita menargetkan untuk dapat segera menyelesaikan seluruh ruas tol investasi dibawah PT Waskita Toll Road.

Saat ini, WTR memiliki 16 ruas tol dimana terdapat 5 ruas yang telah beroperasi secara penuh dan 5 ruas beroperasi sebagian, sementara 6 ruas sisanya dalam proses konstruksi. Pada kuartal IV / 2020, Waskita menargetkan tambahan 3 ruas yang akan beroperasi yaitu Tol Cimanggis – Cibitung seksi 1, Tol Cibitung – Cilincing seksi 1, dan Tol Krian – Legundi – Bunder seksi 1 – 3.

Baca Juga: Bayar Lunas Obligasi Rp1,15 Triliun, Waskita Fokus Capai Target Kinerja

Selain program ekspansi pasar dan divestasi, Waskita juga fokus untuk melakukan penguatan likuiditas. Hingga 30 September 2020, Waskita sudah berhasil mengumpulkan Rp17,4 Triliun dari pembayaran proyek dan pengembalian dana talangan tanah dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pencapaian tersebut merupakan 67% dari total target yang dicanangkan Waskita di tahun ini.

“Akselerasi penagihan termin dari proyek juga menjadi prioritas Waskita, pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan karena pemilik proyek juga terdampak, tapi kedepan kami yakin akan jauh lebih baik” terang Destiawan. “Untuk meningkatkan arus kas operasional, Waskita juga akan menyeimbangkan portfolio proyek antara skema pembayaran turnkey dengan proyek-proyek yang dikerjakan dengan pembayaran per progress pekerjaan” tambahnya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Senin (26/10), saham Waskita tercatat berada di level Rp755 Per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp10,25 Triliun. Beberapa analis pasar modal seperti CGS CIMB dan Mandiri Sekuritas masih memberikan rekomendasi Beli untuk saham Waskita dengan target harga Rp1,100 hingga Rp1,200.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini