Kolonel Perang Dicopot, Azerbaijan Siapkan Senjata Pamungkas Perang

Kolonel Perang Dicopot, Azerbaijan Siapkan Senjata Pamungkas Perang Kredit Foto: Azerbaijan's Presidential Press Office

Pemecatan Komandan Pasukan Penjaga Perbatasan Layanan Keamanan Nasional Armenia, Kolonel Vaginak Sarkissian, menjadi salah satu bukti salah satu negara pecahan Uni Soviet berada di ambang kekalahan. Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Azerbaijan tengah menyiapkan senjata dahsyat untuk mengusir pasukan militer Armenia dari Nagorno-Karabakh (Artsakh).

Sebelumnya, Presiden Armenia, Armen Sarkissian, mengonfirmasi pencopotan jabatan Vaginak. Meski tak dijelaskan secara detail alasan mengapa Vaginak didepak, sejumlah pengamat militer yakin Vaginak dianggap gagal mempertahankan pendudukan pasukan Armenia di wilayah perbatasan Azerbaijan-Iran.

Baca Juga: Ya Tuhan! Sebulan Perang, Lebih dari 6 Ribu Tentara Azerbaijan Mati di Tangan Armenia

Padahal, pendudukan pasukan Angkatan Bersenjata Armenia di wilayah perbatasan Azerbaijan-Iran sudah berlangsung selama hampir 20 tahun.

Setelah genap satu bulan Perang Armenia-Azerbaijan kembali meletus di Nagorno-Karabakh, perjanjian gencatan senjata sepertinya hanya dianggap angin lalu. Pasalnya, meski sudah ada tiga kali pertemuan dan kesepakatan gencatan senjata tetap saja pertempuran berlangsung.

Menurut laporan yang dikutip dari Armen Press, Armenia menuding pasukan Azerbaijan kembali melakukan pelanggaran saat kesepakatan gencatan senjata kembali disepakati, pukul 08.00, Senin (26/10/2020). 

Dalam keterangan yang diberikan juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Mayor Shushan Stepanyan, pasukan Azerbaijan menembaki basis pasukan Armenia yang didukung Pasukan Pertahanan Artsakh di sejumlah wilayah Nagorno-Karabakh

Sebaliknya, Azerbaijan juga memiliki bukti bahwa pasukan Armenia dan Artsakh lah yang kembali mengkhianati kesepakatan. Lewat pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Armenia mengungkap serangan peluncur roket ganda BM-30 Smerch MLRS ke kota Terter di hari yang sama.

"Pada 26 Oktober pukul 18:15, musuh menembaki kota Terter dengan Smerch MLRS," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini