Simak, Ini Produk-produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim

Simak, Ini Produk-produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim Kredit Foto: Reuters

Seruan menggema di seluruh dunia Muslim untuk memboikot produk-produk Prancis sebagai protes atas dipertontonkannya kartun-kartun yang menghina Nabi Muhammad. Bagi umat Islam, tindakan seperti yang terjadi Prancis itu sebagai penistaan.

Gerakan boikot sudah terjadi di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Aljazair, Sudan, Palestina, dan Maroko. Yang terbaru Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan rakyatnya melakukan hal serupa.

Baca Juga: Islamofobia Macron dan Efek Bumerang dari Mantra Menteroriskan Muslim

Dampak boikot itu sulit dipastikan, di mana hanya ada laporan terisolasi dari penjualan barang-barang Prancis yang terpengaruh.

Mengutip Al Arabiya English, Selasa (27/10/2020), berikut adalah beberapa perusahaan dan sektor Prancis dengan eksposur ke negara-negara mayoritas Muslim.

Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa salah satu dari mereka telah terpengaruh, kecuali nantinya dinyatakan lain seiring dengan perkembangan situasi.

Gandum

Prancis adalah pengekspor utama produk pertanian global, dan tiga persen ekspornya pergi ke Timur Tengah. Data ini bersumber dari lobi industri ANIA. Biji-bijian menyumbang sebagian besar ekspor tersebut.

Data Kementerian Pertanian Prancis, Aljazair adalah pasar ekspor terbesar kesepuluh Prancis untuk produk pertanian. Nilai ekspor tersebut sekitar 1,4 miliar euro pada 2019.

Maroko, salah satu negara Muslim yang mengutuk penerbitan kartun Nabi Muhammad, adalah negara pasar ekspor produk pertanian terbesar ke-17 Prancis tahun lalu, dengan nilai ekspor 700 juta euro.

Kelompok lobi ANIA mengatakan departemen perdagangan di kementerian luar negeri telah mendirikan pusat krisis dan berhubungan dengan perwakilan industri pertanian.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini