Xi Jinping Kibarkan Bendera Perang, Alarm Bahaya AS Kembali Menyala

Xi Jinping Kibarkan Bendera Perang, Alarm Bahaya AS Kembali Menyala Kredit Foto: Li Gang/Xinhua via Reuters

Respons keras China terhadap penjualan ratusan rudal berbasis peluncuran udara-ke-darat oleh Amerika Serikat (AS) ke Republik China (Taiwan). Kemarahan China ditunjukkan langsung oleh sang Presiden, Xi Jinping, dalam pidato peringatan 70 tahun Perang Korea.

Xi mengobarkan semangat patriotisme pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), dengan mengingatkan peristiwa Perang Korea 1950-1953. Xi mengenang pertempuran yang terjadi saat pasukan militer China bertempur dengan pasukan Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces) dalam peristiwa itu.

Baca Juga: China Makin Lama Makin Kuat: Ini Tanda-tanda Demokrasi Kian Tergerus

Dalam pidatonya, Xi menegaskan jika rakyat China tidak pernah membuat onar dengan mengancam kedaulatan negara lain. Akan tetapi, Xi memastikan China akan memberikan respons keras ada pihak-pihak yang mengancam kedaulatannya. 

"Orang-orang China tidak pernah membuat masalah, kami juga tidak takut kepada mereka," ucap Xi dikutip dari Defence Talk.

"Kami tidak akan pernah duduk diam dan melihat kerusakan apa pun dalam kedaulatan nasional kami, dan kami tidak akan pernah mengizinkan kekuatan mana pun untuk menyerang atau membagi wilayah suci tanah air," katanya.

Pernyataan keras Xi tak lepas dari kesepakatan yang dicapai antara AS dan Taiwan, terkait penjualan ratusan rudal berbasis peluncurkan udara-ke-darat. Menurut laporan Global Times yang dikutip VIVA Militer, Taiwan telah menggelontorkan dana sebesar US$1 miliar, atau setara dengan 14,7 triliun, untuk mendatangkan rudal-rudal tersebut.

Tercatat, Taiwan membeli 135 rudal jelajah AGM-84H SLAM-ER, enam pod pegintai udara MS-110, 11 peluncur roket ringan M142.

Kementerian Pertahanan Taiwan meyakini kemampuan rudal jelajah AGM-84H SLAM-ER untuk menghadapi ancaman serangan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China, baik siang atau pun malam hari.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini