Hari Batik Nasional, Jakarta Fashion Hub Gelar Fashion Show Virtual & Live Shopping

Hari Batik Nasional, Jakarta Fashion Hub Gelar Fashion Show Virtual & Live Shopping Kredit Foto: Mochamad Rizky Fauzan

Rayakan hari batik nasional, ruang kolaboratif yang mempertemukan fesyen dan kreativitas, Jakarta Fashion Hub (JFH) berkolaborasi dengan 13 desainer dan label kenamaan asal Indonesia menyelenggarakan fashion show virtual bertema Batik Reimagined.

Sejak resmi dibuka Agustus lalu, peragaan busana virtual yang pertama kali dilakukan di JFH melalui akun Instagram @JakartaFashionHub pada Senin (22/10/2020) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sejalan dengan arahan pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Para viewer pun dapat membeli karya yang dipamerkan.

Desainer yang berpartisipasi dalam menampilkan karyanya di JFH yaitu, Ali Charisma, Sofie, dan Restu Anggraini.

Baca Juga: Tendang Saudi Aramco, IPO Perusahaan Jack Ma Siap Jadi yang Terbesar se-Dunia

Selain itu, peragaan busana juga diikuti oleh label fashion, seperti Bateeq, Eureka, Holalulu by Neli Gunawan x Jejak Tangan, Phillip by Phillip Iswardono, Ha.Pe, Dissa, Eienno, GYDxZUBE by Agied Derta, Wastra batik by Olif Kinanthi, dan DaneV’s. 

Masing-masing penggiat mode menampilkan tiga rancangan terbaru mereka yang mengusung tema batik modern. Tema Batik Reimagined sendiri diangkat karena setiap desainer bebas menuangkan kreasi mereka dalam mengaplikasikan motif batik; baik secara dominan, minimalis hingga menciptakan motif batik modern.

Head of Corporate Communications Asia Pacific Rayon, Djarot Handoko mengatakan, seluruh koleksi batik ready-to-wear yang ditampilkan menggunakan bahan utama viscose-rayon atau dikenal sebagai bahan baku pakaian ramah lingkungan dan berasal dari Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan kampanye Everything Indonesia yang digaungkan Jakarta Fashion Hub dalam mendukung kreativitas desainer dan label fashion Tanah Air dalam menggunakan produksi bahan baku tesktil dari alam Indonesia, khususnya material viscose-rayon yang dihasilkan oleh produsen serat terintegrasi, Asia Pacific Rayon (APR)," kata Djarot Handoko dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2020).

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini