Untung Tergerus Habis, Bos Astra Bongkar Biang Keroknya

Untung Tergerus Habis, Bos Astra Bongkar Biang Keroknya Foto: Istimewa

PT Astra International Tbk (ASII) hingga September 2020 mengantongi keuntungan sebesar Rp14 triliun, turun 12% dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun 2019 yang senilai Rp15,86 triliun.Padahal, keuntungan tersebut sudah termasuk pemasukan dari hasil penjualan Bank Permata. Maka, apabila tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan Bank Permata, laba bersih raksasa otomotif tersebut hanya Rp8,2 triliun anjlok 49%.

Tercatat, pendapatan bersih konsolidasian Grup pada sembilan bulan pertama tahun 2020 sebesar Rp130,3 triliun, menurun 26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: 6 Perusahaan Grup Astra Milik Konglomerat William Soeryadjaya: Cuma Satu yang Kebal Pandemi

Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan jika penurunan tersebut terjadi terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 dan penerapan langkah-langkah penanggulangannya, serta penurunan harga batu bara.

“Keseluruhan kinerja Grup Astra (Grup) selama sembilan bulan pertama tahun 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama akibat dari pandemi COVID-19,” ujar Djony, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Meski begitu, Djony menyebutkan jika kinerja Grup pada kuartal ketiga menunjukkan beberapa perbaikan dibandingkan dengan kinerja pada kuartal kedua karena sebagian pembatasan terkait pandemi mulai dilonggarkan.

“Laba bersih Grup pada kuartal ketiga tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan kuartal kedua, didukung oleh segmen Otomotif dan Agribisnis. Namun demikian, kinerja operasional dari sebagian besar segmen bisnis masih tertekan secara signifikan,” jelasnya.

Baca Juga: Astra Bakal Bagi Rezeki Triliunan ke Pemegang Saham, Jangan Sampai Ketinggalan!

Menurutnya, pandemi ini, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu mendatang. “Sehingga masih akan memengaruhi kinerja Grup hingga akhir tahun ini,” terangnya.

Adapun, nilai aset bersih per saham pada 30 September 2020 sebesar Rp3.822, meningkat 5% dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp4,4 triliun pada 30 September 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir tahun 2019, setelah diterimanya hasil penjualan saham Bank Permata pada bulan Mei 2020. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup menurun dari Rp45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp43,0 triliun pada 30 September 2020.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini