Lampaui Target, Penyaluran PEN Bank BJB Naik Dua Kali Lipat

Lampaui Target, Penyaluran PEN Bank BJB Naik Dua Kali Lipat Foto: Medium

Penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dititipkan Kementerian Keuangan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB rampung terealisasi. BUMD Jawa Barat ini bahkan berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebelum masa tenggat waktu yang ditentukan pada akhir 2020.

Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, mengatakan bahwa kesuksesan perseroan dalam menyalurkan kredit ini tidak bisa dilepaskan dari strategi pembiayaan yang dirancang. Berdasarkan strategi induk, perseroan fokus menyalurkan pembiayaan di sektor produktif padat karya.

Baca Juga: Nasib Bank Pembangunan Daerah: BJB Kinclong Parah, Bank Banten Berdarah-Darah

"Sejak awal masa pandemi berlangsung, Bank BJB langsung bergerak cepat merespons dinamika yang terjadi. Strategi pembiayaan juga disesuaikan sedemikian rupa dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan dinamika yang terjadi. Susunan rencana yang matang ini terbukti ampuh dan dapat diandalkan untuk menunjang kesuksesan upaya stimulasi melalui program PEN," kata Yuddy pada akhir pekan lalu.

Yuddy mengungkapkan, per 18 Oktober 2020, Bank BJB sudah menyalurkan dana PEN sebesar Rp5,34 triliun atau dua kali lipat dari target Rp2,5 triliun. Yuddy mengatakan, target penyaluran dapat dicapai dalam hitungan kurang dari tiga bulan sejak gelontoran dana diterima perseroan pada akhir Juli 2020.

Angka realisasi kredit PEN Bank BJB hingga pertengahan Oktober itu mencapai 106% dari target. Ia mengatakan dalam pelaksanaannya, perusahaan memfokuskan penyaluran pembiayaan pada segmen korporasi dan komersial, serta UMKM yang punya daya pengaruh signifikan sekaligus terbilang prospektif. Langkah ini terbilang manjur dalam mendorong ekspansi kredit PEN Bank BJB.

Seiring dengan itu, perusahaan juga bertopang pada program BJB PENtas (Penguatan Ekonomi Nasional Tangguh & Sejahtera). Program ini dibentuk untuk menyelaraskan kepentingan bisnis agar bergerak dalam koridor pemulihan ekonomi.

"Kami juga secara disiplin dan ketat mempraktikkan prinsip prudential banking sebagai upaya mitigasi risiko sejak dini. Bank BJB ngin memastikan agar fasilitas pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para mitra sehingga memberikan efek domino bagi kebangkitan ekonomi," ujar Yuddy.

Sejumlah sektor ekonomi produktif dan padat karya yang menjadi penerima dana PEN antara lain pertanian, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. "Secara total, jumlah debitur yang beroleh stimulasi pembiayaan dari kucuran dana PEN Bank BJB ini lebih dari 10 ribu," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini