Hati-hati! Stres di Masa Pandemi Berdampak ke Psikologis Anak

Hati-hati! Stres di Masa Pandemi Berdampak ke Psikologis Anak Kredit Foto: English First

Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani Sani Budiantini Hermawan mengakui banyak orangtua yang merasa stres di tengah pandemi. Hal ini menurutnya dikarenakan ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir.

Namun, ia menyarankan agar orangtua tidak memperlihatkan stres mereka terhadap anak. Hal ini turut mempengaruhi kondisi mental anak.

"Memang ini tantangan lagi. Bagaimana dibuat kegiatan di rumah yang menarik, yang menyenangkan dan anak fun, sehingga anak nggak merasa bosan di rumah," kata Sani dalam acara COVID-19 dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini di saluran YouTube BNPB, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Alhamdulillah, Belanda Siap Kasih Dana Kompensasi Rp86 Juta buat Anak Indonesia

Anak akan otomatis merasa stres jika orangtuanya terlihat stres menurut Sani. Disinilah menurut Sani, orangtua perlu memperlihatkan optimisme kepada anak.

Orangtua juga perlu memperhatikan bagaimana mengedukasi Covid-19 kepada anak. Menurut Sani, banyak orangtua yang masih keliru dalam mengedukasi bahaya Covid-19.

"Jangan sampai orangtua menekan anak waktu memberi tahu sehingga anak malah stres, malah dia berkebalikan, gitu. Nggak mau pakai masker, cuci tangan, karena stres orangtuanya terlalu memaksa," katanya.

Ingat, terus terapkan gerakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini