Rocky Gerung: Nilai Jokowi-Maruf Amin A Minus!

Rocky Gerung: Nilai Jokowi-Maruf Amin A Minus! Foto: Antara/Harry T

Memperingatai satu tahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Najwa Shihab mengundang Rocky Gerung dan sejumlah politisi untuk berbicara di acara Mata Najwa.

Dikutip Zonajakarta.com dari akun YouTube Najwa Shihab yang mengunggah sebuah video pada 22 Oktober 2020, awalnya Rocky Gerung memberikan penilaiannya terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang sudah berjalan selama satu tahun.

Baca Juga: Widih, Rocky Gerung Bandingkan Jokowi dengan Habib Rizieq: Presiden Jokowi Kalah..

"Satu tahun Jokowi-Ma'ruf, saya mau minta Anda bang Rocky Gerung memberikan catatan dan penilain kritis terhadap pemerintahan sejauh ini!" ujar Najwa Shihab kepada Rocky Gerung.

"Mungkin yang simpel dululah, skornya berapa ya?" tanya Najwa Shihab.

"A minus!," ujar Rocky Gerung.

"A minus itu: A buat kebohongan, minus untuk kejujuran," lajut Rocky Gerung.

Penilaian Rocky Gerung ini lalu dikomentari oleh Irma Suryani, Politisi Nasdem. "Yang pertama, saya ingin sampaikan Nana, kalau mau tau rasanya bagaimana kawin, ya kawin dulu.  Itu ya, yang ingin saya sampaikan. Kawin dulu baru bisa rasakan rasanya kawin. Tadi kan Rocky bilang begitu."

"Nah, yang kedua, yang ingin saya sampaikan, Rocky ini kan selalu berpersepsi seolah-olah dia paling pinter, paling bener dan paling demokratik, padahal Nana, gini Nana, tau nggak Nana, kalau di zaman Soeharto Nana, kalau di jaman Soeharto, orang seperti Rocky ini udah hilang."

Irma pun melanjutkan, "Orang seperti Ferry itu sudah hilang. Udah nggak ada itu, udah di-Marsinah-kan seperti orang dua ini. Tapi, di era Jokowi, Rocky ini mencaci-maki Jokowi, Jokowi tenang-tenang aja."

"Ya karena bukan era Soeharto," sahut Rocky Gerung.

"Nah ini, ngomong seenak udelmu juga Jokowi santai-santai aja gitu lho. Itu kenapa? Karena memang demokrasi kita ini sekarang sudah kebablasan. Orang sudah merasa dirinya paling bener, paling pinter, dan paling bersih," kata Irma menimpali Rocky.

Lanjutnya, "Cobalah ya, berkaca kepada diri sendiri dulu gitu ya. Apa kita ini udah bener gitu lho Roc! Sorry ya!. Sebentar Nana, saya belum selesai, sedikit lagi, sedikit lagi aja, mohon maaf. Saya mau sampaikan begini, jangan pernah mengatakan bahwa Jokowi represif! Demo berjilid-jilid, ya, berjilid-jilid, dan bertubi-tubi, emang dilarang?"

"Enggak... difasilitasi kok. Tapi kalau orang melakukan ujaran kebencian, memprovokasi seperti Rocky ini kalau saya Presiden, udah saya tangkap ini Rocky Gerung. Itu aja Nana, salam!" ujar politisi Partai Nasdem tersebut.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini