Kabar Buruk, Tahun Depan Ekonomi Global Diperkirakan Belum Pulih

Kabar Buruk, Tahun Depan Ekonomi Global Diperkirakan Belum Pulih Foto: Unsplash/Viascheslav Bublyk

Tekanan pandemi Covid-19 terhadap perekonomian global diper­kirakan masih berlanjut sepanjang tahun ini hingga tahun depan. Perekonomian baru akan normal atau pulih 100% seperti sebelumnya pada 2022.

Economist Intelligence Unit (EIU) mengungkapkan meskipun PDB global akan meningkat 4,5% di 2021, namun pertumbuhan tersebut tidak akan cukup untuk mengembalikan ekonomi global ke tingkat sebelum virus corona.

"Memang kami tidak mengharapkan pemulihan penuh sebelum setidaknya 2022. Hal ini berarti bahwa 2020 dan 2021 akan menjadi tahun-tahun yang hilang untuk pertumbuhan," kata Direktur Operasi Industri EIU, Ana Nicholls pada Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: Warisan Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Utang Menggunung, Kemiskinan Meningkat

EIU, lanjut Ana, melihat negara-negara Asia akan menjadi yang tercepat untuk pulih, di antaranya China. China akan kembali meraih pertumbuhan  2019 mereka pada awal 2021. Di sisi lain, negara-negara besar akan pulih secara luas pada 2022. 

Sementara itu, pasar negara berkembang harus menunggu hingga 2024. Skenario ini bertumpu pada asumsi bahwa yang terburuk pandemi akan dirasakan tahun ini, dan orang-orang mengembangkan kekebalan terhadap virus setelah terinfeksi.

"Tidak akan ada kembali normal sampai vaksin yang aman dan efektif diluncurkan, yang tidak kami harapkan sebelum akhir 2021. Akibatnya, wabah lokal dan lockdown diperkirakan terjadi pada 2021 sehingga menempatkan sebagian besar negara di bawah tekanan ekonomi, fiskal, dan sosial yang parah," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini