Riset: Pandemi Berdampak Positif untuk Perkembangan Fintech

Riset: Pandemi Berdampak Positif untuk Perkembangan Fintech Foto: TechCrunch

Platform pemasaran aplikasi, Adjust, dan penyedia informasi aplikasi, Apptopia, hari ini meluncurkan Laporan Keuangan Seluler 2020 global untuk aplikasi perbankan, pembayaran, dan investasi. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Covid-19 telah secara signifikan mengakselerasi pertumbuhan eksponensial aplikasi fintech di tahun 2020.

Saat dibandingkan paruh pertama tahun 2019 dengan paruh pertama tahun 2020, data Adjust dan Apptopia untuk berbagai negara di seluruh dunia menunjukkan bahwa kegiatan dalam aplikasi investasi, di mana pengguna dapat menjual dan membeli saham secara langsung dari telepon seluler mereka, meningkat pesat—dengan pertumbuhan sebesar 88% dalam rata-rata jumlah sesi per hari pada bulan Januari-Juni 2020.

Baca Juga: Fintech Terbesar Italia Merger dengan Rival, Ciptakan Raksasa Paytech Rp258 T

Aplikasi yang ditawarkan oleh platform trading seperti Acorns, Gatsby, dan Stash membuat investasi menjadi demokratis dengan membuatnya lebih mudah diakses. Di tingkat global, aplikasi investasi adalah kategori dengan tingkat pertumbuhan tercepat kedua yang dilacak oleh Adjust pada tahun 2020, mengalahkan kategori populer lainnya seperti game kasual dan hiperkasual.

"Dampak pandemi terhadap sektor perbankan dan akselerasi layanan digital seluler sebaiknya tidak diremehkan," kata Paul H. Müller, co-founder dan CTO Adjust, dalam siaran pers, Selasa (20/10/2020).

"Walaupun sektor perbankan telah beradaptasi terhadap disrupsi digital yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, Covid-19 mempercepat transformasi dengan membuka akses dan peluang bagi jutaan konsumen yang belum memiliki rekening bank dan kurang memiliki akses perbankan di seluruh dunia," lanjutnya.

Jumlah sesi dalam aplikasi pembayaran meningkat sebesar 49% secara rata-rata untuk berbagai negara dalam survei mereka. Negara-negara berikut mencapai tingkat pertumbuhan yang paling luar biasa: Jepang (75%), Jerman (45%), Turki (39%), Amerika Serikat (33%), dan Inggris (29%). Pengguna makin banyak menggunakan telepon seluler untuk melakukan transaksi agar dapat mematuhi peraturan social distancing.

Data Adjust menyebutkan bahwa peningkatan paling signifikan dari segi waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi di sektor fintech terjadi pada Q2 2020 saat lockdown mulai diberlakukan di seluruh dunia.

Negara-negara dengan industri perbankan yang lebih mapan memiliki user yang menggunakan aplikasi dalam waktu yang tidak lama, yang mungkin disebabkan mereka bisa menggunakan fungsi perbankan melalui layar desktop atau di kantor cabang terdekat.

Aplikasi yang menargetkan unbanked user cenderung menawarkan pendekatan yang lebih mendidik, yang membuat user menggunakan aplikasi dengan lebih lama. Misalnya, Vicky Saputra, CEO platform fintech Netzme, mengatakan, "Inklusi keuangan dan finansial literasi merupakan isu yang cukup besar, terutama untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota kecil dan pedesaan."

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini