Kembangkan Potensi Desa, YESS Gandeng Bumdes

Kembangkan Potensi Desa, YESS Gandeng Bumdes Foto: BPPSDMP

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan bahwa Indonesia memerlukan adanya regenerasi petani dalam rangka pembangunan pertanian nasional, terutama mengubah manajemen usaha pertanian. Oleh karena itu, Mentan pun mengajak seluruh pihak tak terkecuali para kepala daerah, dari lurah, kabupaten/kota, hingga desa dapat mengembangkan inovasi pertanian dan mendorong lahirnya petani dan wirausaha milenial.

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) merupakan lembaga ekonomi masyarakat yang memiliki peranan cukup strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di pedesaan. Pada pelaksanaannya, Bumdes diciptakan untuk meningkatkan perekonomian desa melui pengoptimalkan aset desa, meningkatkan usaha masyarakat, menciptakan peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, pengembangan ekonomi desa, serta meningkatkan pendapatan desa.

Baca Juga: Program YESS Bentuk Generasi Muda Jadi Agen Pembangunan Pertanian

Memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat desa dengan menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan khususnya generasi muda, program YESS merasa perlu untuk melakukan sinergi dengan Bumdes yang berada di lokasi-lokasi program YESS.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan, program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian.

"Kita buktikan kepada generasi muda bahwa sektor pertanian adalah setor yang menjanjikan dan membanggakan bila ditekuni oleh generasi muda. Selalu ada peluang terbuka dari sektor pertanian. Melalui program YESS, kita ciptakan kesempatan bagi pemuda/i khususnya di wilayah perdesaan untuk mengembangkan usaha ekonomi di sektor pertanian," kata Dedi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Seperti yang terjadi di Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Selain menjadi sentra produksi padi, pemuda di Desa Tambakasri sedang mengembangkan Bio Konversi Limbah Organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF) atau yang lebih dikenal dengan maggot.

Teguh Wiyono selaku Kepala Desa Tambakasri mendukung penuh program YESS sebagai salah satu upaya regenerasi petani. "Saya senang, Kabupaten Malang menjadi salah satu lokasi program YESS. Dengan adanya kesempatan berusaha atau menciptakan lapangan usaha, saya yakin pemuda desa yang pergi mengadu nasib ke kota akan kembali ke desa. Lahan pertanian di desa kami cukup luas dan potensial untuk dikembangkan oleh para pemuda," tegas Teguh.

Dia melanjutkan, BSF tak sekadar mampu meningkatkan pendapatan pemuda, tetapi juga sebagai salah satu solusi untuk menangani sampah. Sebab, pada saat fase larva BSF, sebanyak 1 kg larva BSF akan mampu mengurai 1 kg sampah organik. Peluang pasar yang menjanjikan ini, jelas Teguh, mendorong pemuda di desanya untuk mengembangkan BSF.

"Tugas kami untuk memfasilitasi mereka melalui Bumdes serta fasilisasi lainnya seperti program YESS," jelas Teguh.

Ia pun membuka lebar bagi siapa saja yang ingin menambah pengetahuan, praktik di desanya, atau bermitra untuk mengembangkan BSF. "Ayo kita bangun sektor pertanian desa kita bersama-sama! Bila bukan pemuda desa asal yang mengembangkan, siapa lagi yang akan melanjutkan perjuangan petani-petani sebelumnya," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini