Bersanding dengan Batu Bara, Cangkang Sawit Uji Coba di PLTU Aceh

Bersanding dengan Batu Bara, Cangkang Sawit Uji Coba di PLTU Aceh Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Meskipun masih banyak pihak yang meragukan cangkang kelapa sawit (palm kernel shell/PKS) sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT), tetapi memang potensi PKS tersebut tak dapat dielakkan.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 Nagan Raya, Aceh, saat ini mulai melakukan uji coba penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku pembangkit tenaga listrik guna menurunkan polusi udara.

Manager Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) PLTU 1-2 Nagan Raya, Aceh, Harmanto mengatakan, "penggunaan cangkang kelapa sawit ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas buang dan mewujudkan lingkungan sehat (go green)." 

Baca Juga: Batang Sawit Program PSR: Sst...Ada Cuan yang Tersembunyi

Lebih lanjut, Harmanto menambahkan, penggunaan PKS sebagai bahan baku pembakaran PLTU Nagan Raya tersebut juga merupakan bagian untuk menyukseskan program pemerintah, terkait EBT.

Dalam uji coba penggunaan tersebut, pihak PLTU Nagan Raya mencampurkan PKS dan batu bara dengan perbandingan 10 persen banding 90 persen dari total pemakaian per jam.

Dari percobaan tersebut, Harmanto menjelaskan bahwa sejauh ini penggunaan PKS bersamaan dengan batu bara pada PLTU tersebut tidak mengalami kendala apapun. Uji coba penggunaan PKS ini merupakan metode untuk mengurangi penggunaan batu bara yang menjadi sumber energi primer pada PLTU yang ada di Indonesia pada umumnya. Sementara PKS yang digunakan untuk PLTU tersebut diperoleh dari pabrik kelapa sawit yang ada di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Menurut Harmanto, apabila program uji coba tersebut berhasil, maka akan mampu mengurangi ketergantungan PLTU terhadap bahan bakar yang berasal dari batu bara.

Tidak hanya itu, harga limbah cangkang sawit yang relatif terjangkau dibandingkan harga batu bara dapat menghemat cost production pada PLTU tersebut.

"Untuk tahap pertama ini kita menggunakan bahan baku limbah cangkang kelapa sawit sebanyak 150 ton saja," ungkap Harmanto.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini