PDIP Kecewa dengan Aksi Ricuh Tolak UU Ciptaker: Menghambat Kemajuan Bangsa

PDIP Kecewa dengan Aksi Ricuh Tolak UU Ciptaker: Menghambat Kemajuan Bangsa Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyoroti aksi massa 8 Oktober 2020 yang berakhir ricuh di 22 Kota seluruh Indonesia. Menurutnya, jika dibiarkan terus-menerus maka aksi anarkisme akan berujung pada ketidakpercayaan kepada pemerintah.

"Anarki telah hadir dengan segala kepentingannya untuk merusak tatanan peradaban, merusak fasilitas publik, mengedepankan budaya anarkis, serta tidak percaya pada pemerintahan yang sah," ujarnya.

Baca Juga: Calwakot dari PDIP Ini Janjikan Warga Bebas Biaya BPJS Kesehatan, Syaratnya...

PDIP, kata Hasto, menyayangkan aksi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang berujung ricuh. Padahal, demokrasi dibangun sebagai mekanisme penyelesaian konflik guna membangun konsensus.

Setelah peristiwa ini, PDIP mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan refleksi kritis, kenapa negara besar seperti Indonesia masih diwarnai tradisi amuk, destruktif, mau menang sendiri dan berbagai hal negatif lainnya.

"Ini, menghambat kemajuan bangsa," tegasnya.

Agar aksi anarki tidak terulang kembali, Hasto menyebut perlunya pendidikan budi pekerti, disiplin, dan keteladanan. Baginya, pendidikan mampu meningkatkan derajat keadaban suatu bangsa. Pengetahuan harus diamalkan untuk kemanusiaan.

Baca Juga: Polemik UU Cipta Kerja, PDIP Dimaki-maki Warganet, Apalagi Golkar Babak Belur

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini