Moeldoko Soal UU Cipta Kerja: Pemimpin Harus Berani Ambil Risiko!

Moeldoko Soal UU Cipta Kerja: Pemimpin Harus Berani Ambil Risiko! Foto: Sufri Yuliardi

Kepala Staf Presiden Moeldoko menyadari keputusan menyusun dan menggolkan UU Cipta Kerja akan memiliki dua sisi. Ia mengatakan, di satu sisi pemerintah mendorong pengesahan UU Ciptaker untuk memotong rantai birokrasi dan aturan yang berbelit, tetapi di sisi lain masyarakat menolaknya.

"Langkah pemerintah ini memang memunculkan risiko dan perdebatan. Tetapi seorang pemimpin harus berani mengambil risiko, seperti yang dilakukan Presiden Jokowi," ujar Moeldoko dalam jawaban tertulis yang disampaikan, Sabtu (16/10/2020).

Baca Juga: Hina Moeldoko di FB, Muhammad Basmi Ditangkap

Moeldoko melihat sosok Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang tidak takut mengambil risiko, seperti yang dilakukan saat ini melalui UU Cipta Kerja. Presiden, ujarnya, sedang mengambil sikap terhadap hambatan-hambatan investasi. Selain itu, presiden juga menyiapkan strategi untuk menampung penduduk usia pekerja yang jumlahnya melonjak tajam.

"UU Cipta Kerja ini merupakan salah satu pendekatan inovasi sosial yang mendesak, perlu dilakukan presiden. Kita menyadari bonus demografi ke depan tentunya luar biasa. Sementara, 80 persen angkatan kerja tingkat pendidikannya masih rendah. Setiap tahun ada penambahan 2,9 juta angkatan kerja baru," ujar Moeldoko.

Atas dasar itulah, ujar Moeldoko, pemerintah memutar otak untuk menyiapkan sebanyak mungkin lapangan kerja baru. Salah satunya dengan menyederhanakan dan menyinkronisasikan berbagai regulasi, yang Moeldoko sebut hyper-regulation sebagai penghambat penciptaan lapangan kerja.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini