Kreativitas Tak Boleh Mati karena Pandemi

Kreativitas Tak Boleh Mati karena Pandemi Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye.

Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia dalam beberapa bulan terakhir telah berdampak kepada berbagai sendi kehidupan. Guna menekan penyebaran virus corona, banyak aktivitas yang terpaksa harus berhenti atau dihentikan.

Salah satu di antaranya adalah pertunjukan konser musik. Tak sedikit musisi yang harus menunda rencana konser mereka demi menghindari berkumpulnya banyak orang dan menekan penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Tekankan Pentingnya Peran Pemuda dalam Penanganan Pandemi

Namun, alih-alih pasrah terhadap kondisi pandemi, sejumlah pelaku industri musik pun tetap mencoba bertahan di tengah kondisi sulit seperti sekarang dengan menjalani adaptasi baru. Hal ini pun dijalani Rando Sembiring, penyanyi juara Bintang Radio Indonesia dan ASEAN.

Rando mengakui bahwa selama pandemi berlangsung sejumlah aktivitas menyanyi banyak yang tertunda bahkan dibatalkan. "Selama pandemi, banyak jadwal yang ter-cancel atau ditunda. Namun, tetap bersyukur masih ada pekerjaan yang masih datang. Artinya, masih bisa juga nyanyi seperti live streaming," kata dia dalam diskusi "Kreativitas di Atas Covid-19" pada Sabtu (17/10/2020).

Rando pun mengakui banyak perubahan yang dialami di masa pandemi. Terutama kebiasaan menerapkan protokol kesehatan memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak menghindari kerumunan, dan mencuci tangan. Begitu juga saat manggung yang biasanya mendapat apresiasi penonton dan bernyanyi bersama kini berubah.

"Sekarang ini, di masa pandemi, bernyanyi menggunakan masker menjadi hal yang biasa," ujar Rando.

Ingat, terus terapkan gerakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini